BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN
Hari Ini , 24 September 2026, Kota Banjarmasin genap berusia 500 tahun. Lima abad. Usia yang matang secara sejarah dan budaya.
Pemerintah Kota Banjarmasin mengusung tema “Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, Banjarmasin Maju Sejahtera” untuk peringatan kali ini.
Di usia emas itu, Banjarmasin sedang diuji. Di laut, duka tragedi KM Virgo Transport 8 masih menyisakan luka, puluhan korban masih terjebak di dalam bangkai kapal. Di darat, Karhutla masih melanda di sejumlah wilayah Kalsel. Ditambah ancaman krisis air bersih, PDAM kesulitan memproduksi air karena sungai mengering dan intrusi air laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah duka itulah, keputusan Wali Kota Banjarmasin untuk meniadakan acara hiburan pada HUT ke-500 ini patut kita apresiasi.
Ini bukan keputusan lemah, tapi keputusan yang berempati.
Seperti pesan Gus Dur: “Tidak ada jabatan yang lebih mulia daripada menjadi manusia yang memanusiakan manusia lain.”
Keputusan tidak berpesta saat warganya berduka adalah contoh nyata memanusiakan manusia. Pesta bisa ditunda, kemanusiaan tidak bisa.
Saat sebagian dari kita mengeluh karena asap, para relawan BPK, Damkar, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan seluruh instansi terkait serta masyarakat masih berjibaku siang malam memadamkan api. Panas, lelah, dan sesak mereka lawan demi Banua.
Begitu juga di laut. Kita harus beri salut untuk para penyelam Basarnas Special Group (GSG) dan Kopaska TNI AL yang berhari-hari menembus arus dan jarak pandang terbatas di dasar Laut Jawa demi membawa pulang korban.
Juga untuk Tim DVI Polda Kalsel yang siaga mengidentifikasi jenazah, dan semua relawan yang membantu.
Mereka adalah wajah asli Banjarmasin di usia 500 tahun ini: tangguh dan peduli.
Lima abad bukan soal meriahnya panggung, tapi soal kuatnya rasa kebersamaan. Sesuai semangat Kawa Gawi Sabumi itu sendiri.
Selamat Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
Lima Abad Kami Kawa Gawi Sabumi, Banjarmasin Maju Sejahtera
Mercurius
(Wartawan bomindonesia.com)









