Atasi Sampah, Banjarmasin Gandeng Pelaku Ekraf Horeca

Atasi Sampah, Banjarmasin Gandeng Pelaku Ekraf Horeca

- Redaksi

Rabu, 23 April 2025 - 17:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atasi Sampah, Banjarmasin Gandeng Pelaku Ekraf Horeca

Atasi Sampah, Banjarmasin Gandeng Pelaku Ekraf Horeca

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Upaya menyeleisaikan keluar dari darurat sampah. Pemko menggandeng semua pihak, tak terkecuali para pelaku usaha ekonomi kreatif (Ekraf) subsektor hotel, restoran, dan kafe (Horeca).

Sedikitnya ada 17 pelaku usaha mendapat pelatihan pengelolaan limbah yang digagas Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin dihadapan puluhan pelaku usaha yang hadir, Rabu (23/4/2025).

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, yang turut membuka kegiatan sekaligus menjadi narasumber utama, menyebut bahwa langkah ini merupakan bagian dari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah sampah di kota.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang dalam kondisi darurat sampah. Tapi kita juga tahu Banjarmasin punya kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, ada 17 subsektor. Nah, subsektor ini juga menghasilkan limbah, dan sebagian besar belum memiliki SOP (standar operasional prosedur) terkait pengelolaan limbahnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan ini bukan ditujukan untuk menyalahkan pelaku usaha, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan pembinaan awal. “Kami tidak ingin langsung memberikan sanksi. Kita ingin kesadaran itu tumbuh dulu. Ketika pelaku usaha tahu dampaknya dan tahu bagaimana seharusnya mereka bertindak, barulah bisa ditegakkan aturan secara adil,” jelas Ananda.

Baca Juga :  Enchanting Valley Hadir di Taman Safari Indonesia

Salah satu subsektor yang turut disoroti adalah industri kain Sasirangan. Menurutnya, penggunaan pewarna sintetis dalam proses produksi kain tersebut menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Kalau pewarna alami sih insya Allah aman, tapi kalau pewarna buatan ini perlu perhatian khusus. Kita tidak tahu selama ini limbahnya dibuang ke mana,” ungkap dia.

“Kami percaya, pelaku ekonomi kreatif di Banjarmasin punya kepedulian. Yang mereka butuh sekarang adalah informasi, arahan, dan ruang untuk bertransformasi. Kami hadir di sini untuk itu,” tutupnya.

Di sisi lain, pelaku usaha Horeca juga tak luput dari perhatian. Plt Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Fitriah, menyebut bahwa restoran, hotel, dan kafe memiliki kontribusi besar terhadap timbunan sampah kota, namun belum semuanya memiliki sistem pengelolaan yang memadai.

“Dari monitoring yang kami lakukan, masih ada beberapa hotel yang belum memilah sampah atau belum mengelola limbah organik dan nonorganiknya dengan baik. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan mereka wawasan dan keterampilan praktis agar mereka bisa mulai dari tempat usaha masing-masing,” harap Fitriah.

Baca Juga :  Viral di Jagat Maya, Lukisan ‘Tikus dalam Garuda’ Karya Rochyat, Maestro asal Banua

Dirinya menambahkan, bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dari 23 hingga 24 April 2025, dengan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, seperti Kepala DLH Banjarmasin Alive Yoesfah Love dan Kabid Tata Lingkungan DLH Nanik.

“Harapan kami, pelaku Horeca yang sudah punya pengaruh besar dalam budaya konsumsi masyarakat ini bisa jadi pelopor perubahan. Kalau mereka bergerak, efeknya akan luas,” katanya lagi.

Oleh karena itu, besar harapan pelatihan yang dibuat bisa menjadi semacam jembatan bagi seluruh stakeholder yang ada untuk menjaga citra sektor usaha dan komitmen menjaga lingkungan. “Tak ada yang dikorbankan, karena keduanya bisa berjalan beriringan jika pelaku usaha diberikan pemahaman yang cukup,” tandasnya.

bomindonesia

Editor : Hamdani

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers
Tekan Penumpukan Perkara, SMSI Dukung Program Mediasi MA
Launching Spot Literasi Hingga Soroti Peran Aktif ASN Jadi Nasabah Bank Sampah
Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Perubahan Sistem
Sekdako Dorong Aktif IKM Urus Izin Usaha
Penataan Kawasan Cagar Budaya Kuin Banjarmasin
Panas Hujan Tak Menentu, Dinkes Ingatkan Ancaman Faringitis hingga DBD
Sekda Tezar Dorong IKM Segera Daftarkan Usaha ke SIINas

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:58 WITA

Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:23 WITA

Tekan Penumpukan Perkara, SMSI Dukung Program Mediasi MA

Kamis, 18 Juni 2026 - 04:41 WITA

Launching Spot Literasi Hingga Soroti Peran Aktif ASN Jadi Nasabah Bank Sampah

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:52 WITA

Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Perubahan Sistem

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:17 WITA

Sekdako Dorong Aktif IKM Urus Izin Usaha

Berita Terbaru

Salah satu saksi Kadinkes HSU Yandi Priyadi (kiri baju batik biru)  saat diambil sumpahnya sebelum memberikan kesaksiannya (Foto Istimewa)

Peristiwa & Hukum

Kadinkes HSU Akui Serahkan Rp350 Juta karena Takut Lapdu Naik ke Penyidikan

Kamis, 18 Jun 2026 - 23:59 WITA

Berbuka Puasa, Ini Daftar Buah yang Bagus Dimakan

Ragam

Buah yang Bagus Dimakan Saat Berbuka Puasa

Kamis, 18 Jun 2026 - 22:01 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:58 WITA

AI untuk Bansos dan UMKM Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Teknologi

AI untuk Bansos dan UMKM Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 18 Jun 2026 - 21:53 WITA

Verified by MonsterInsights