Diduga Bekingi Perusahaan Yang Serobot Lahan Warga, Oknum Polsek di Kotabaru Intimidasi Warga

Diduga Bekingi Perusahaan Yang Serobot Lahan Warga, Oknum Polsek di Kotabaru Intimidasi Warga

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025 - 10:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian di Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru diduga melakukan pemukulan kepada warga setempat.

Aparat kepolisian di Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru diduga melakukan pemukulan kepada warga setempat.

BOMINDONESIA.COM, KOTABARU – Diduga bekingi perusahaan. Aparat kepolisian di Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru diduga melakukan pemukulan kepada warga setempat.

Kronologi intimidasi aparat hukum ini dipicu karena adanya sengketa lahan dan penggusuran lahan yang diduga cacat adminstrasi.

Dalam hal ini Nurdin dari ormas Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Kotabaru yang mewakili masyarakat pun tak tinggal diam dan melakukan penghalangan aktivitas penggusuran lahan yang mengunakan alat berat, Senin (1/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi Nurdin mendapat respon oleh Domanik karyawan perusahaan dan terjadilah cekcok diantara keduanya. Tidak lama itu ia dibawa ke Polsek Pulau Laut Barat untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Polres Banjar Gagalkan Peredaran 19 Kg Sabu Bernilai Rp34 Miliar

“Saya hanya ingin kejelasan terkait penggusuran lahan ini, kan belum ada kesepakatan dan ini sudah berapakali mediasi namun belum ada titik temu,” ujar Nurdin.

Sengketa belum selesai, pada Selasa (2/9/2025)
Nurdin kembali datang dan mencoba mengahalangi aktivitas penggusuran itu.

Aparat Polsek pun kembali datang dan kali ini lebih beringas dan melakukan kekerasan terhadapnya hanya karena mendokumentasikan aktivitas.

Berisitegang terjadi antara Nurdin dan Polsek Pulau Laut di lokasi.

Menurut keterangan warga bahwa Nurdin sempat di banting dan pemilik lahan bernama Ali mengalami luka karena juga mempertahankan ponsel yang dijadikan alat dokumentasi.

Baca Juga :  Residivis Pemilik 1,5 Kg Sabu Akhirnya Divonis 10 Tahun Penjara

“Kasus ini harus tegak lurus, ini akan kita bawa ke ranah hukumkarena sudah ada penganiayaan dan ini sudah banyak laporan dari masyarakat,” ucap Wahid Hasyim Ketua ARUN.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Laut, AKP Amir Hasan membenarkan insiden bentrokan tersebut.

Amir pun menyampaikan bahwa lahan tersebut sudah lama terjadi sengketa dan belum ada titik temu.

“kasus lahan itu sudah lama terjadi dan belum ada titik temu,” katanya.

Editor : Hamdani

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Banjarmasin Samudera Apresiasi Tuntutan Kasus Korupsi Kredit Fiktif di Unit Kuin Alalak
Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk
Dikomando Babe Aldo, Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Gubernur Kalsel Soal Solar Subsidi
Puluhan Kios Pasar Bawang Ludes, Pemadam Berjibaku dari Darat dan Sungai
Setelah 10 Jam Pencarian, ABK KM Cemara Nusantara 6 Ditemukan di Sungai Barito
Demo May Day di Bandung Berujung Ricuh, Massa Berbaju Hitam Rusak Fasilitas Umum
Kebakaran Gudang Plywood PT Surya Satria Timur Corp di Pasir Mas, Pemadaman Terkendala Akses Lokasi
Nelayan Terjatuh saat Melaut dari KM Putra di Muara Kintap, Tim SAR Sisir Laut hingga 70 Mil
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:40 WITA

BRI Banjarmasin Samudera Apresiasi Tuntutan Kasus Korupsi Kredit Fiktif di Unit Kuin Alalak

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:46 WITA

Mobil Terbakar di Jembatan Alalak, Pasutri Diduga Mabuk

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:16 WITA

Dikomando Babe Aldo, Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Gubernur Kalsel Soal Solar Subsidi

Senin, 4 Mei 2026 - 08:44 WITA

Puluhan Kios Pasar Bawang Ludes, Pemadam Berjibaku dari Darat dan Sungai

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:14 WITA

Setelah 10 Jam Pencarian, ABK KM Cemara Nusantara 6 Ditemukan di Sungai Barito

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights