Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka – bomindonesia.com

Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka

OLAH TKP - Personel Polsek Bintang Ara bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tabalong melakukan olah tempat kejadian perkara kasus dugaan pembunuhan terhadap anak berusia 5 tahun di Desa Dambung Raya, Kecamatan Bintang Ara, Senin (25/5/2026). (foto:istimewa)

BOMINDONESIA.COM, TANJUNG – Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Dambung Raya, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, Senin (25/5/2026) pagi.

Seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun tewas mengenaskan usai diduga ditebas parang oleh pamannya sendiri.

Selain menewaskan korban, insiden berdarah tersebut juga menyebabkan dua warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pelaku yang mengamuk menggunakan senjata tajam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo mengatakan, pelaku diketahui berinisial WE (37), yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

“Korban mengalami luka tebas di bagian leher akibat serangan menggunakan senjata tajam jenis parang,” ujar Heri.

Dua korban lainnya masing-masing BER (50), yang mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan sekitar 30 jahitan, serta NOR (36), ibu korban yang mengalami luka di tangan kanan saat berusaha merebut parang dari tangan pelaku.

Berdasarkan keterangan sementara saksi di lokasi, kejadian bermula saat korban yang baru bangun tidur keluar rumah menuju teras untuk buang air kecil.

Saat itulah pelaku diduga tiba-tiba menarik korban ke jalan sambil membawa parang.

Melihat kejadian tersebut, sang ibu langsung berusaha menyelamatkan anaknya dengan merebut senjata dari tangan pelaku.

Namun upaya itu gagal dan korban justru mengalami luka akibat sabetan parang.“Pelaku kemudian menebas korban di bagian leher hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Heri.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga menyerang warga lain bernama BER yang sedang melintas di sekitar lokasi hingga mengalami luka berat di kepala.

Seorang saksi lainnya sempat mencoba melerai, namun pelaku kembali mengejar sehingga saksi memilih melarikan diri ke rumah warga sekitar.

Usai melakukan aksinya, pelaku disebut  berjalan menuju arah Jembatan Sekuyah dan sempat mencoba menyerang seorang warga lain di sebuah warung.

Beruntung serangan tersebut tidak mengenai korban.

Mendapat laporan warga, personel Polsek Bintang Ara bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Tabalong langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Sementara tim medis dari Puskesmas Panaan turut melakukan penanganan terhadap korban luka serta pemeriksaan visum terhadap korban meninggal dunia.

“Hingga saat ini personel gabungan bersama warga masih melakukan pencarian terhadap pelaku ke arah wilayah Sekuyah,” katanya.

Dari hasil keterangan sementara, polisi menduga pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau stres.

Meski demikian, penyidik masih mendalami motif pasti kejadian tersebut.

“Nantinya apabila pelaku berhasil ditemukan, akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan oleh ahli,” pungkas Heri.

Penulis/ Editor : Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ubah Stigma Ormas, GEPAK Kalsel Siapkan Unit Usaha dan Gandeng Akademisi
Kabut Asap Selimuti Kalsel, Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Kedepankan E-TLE
Pagar DPRD Kalsel Jebol, Demo Mahasiswa Tuntut Karhutla jadi Bencana Nasional Berakhir Ricuh
Kejati Kalsel Tetapkan 3 Pejabat BKSDA jadi Tersangka Korupsi, Audit BPKP Ungkap Kerugian Rp5,6 M
Utang Rp5,7 Juta Berujung Maut, AS Habisi Nyawa Juhrani dan Kabur ke Kalteng, Ditangkap di Tabunganen
38 Jemaah Gagal Umrah, Pasutri Pemilik Travel Naila Syafaah Diseret ke Pengadilan
Diskominfo Kotabaru: Publikasi Pembangunan Akurat dan Berkualitas, Perkuat Kemitraan dengan Pers
Sidang 64 Kg Sisik Trenggiling Digelar di PN Banjarmasin, Dua Terdakwa Terancam Pasal Berlapis

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:29 WITA

Ubah Stigma Ormas, GEPAK Kalsel Siapkan Unit Usaha dan Gandeng Akademisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:21 WITA

Kabut Asap Selimuti Kalsel, Polda Kalsel Gelar Operasi Patuh Intan 2026 Kedepankan E-TLE

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:52 WITA

Pagar DPRD Kalsel Jebol, Demo Mahasiswa Tuntut Karhutla jadi Bencana Nasional Berakhir Ricuh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:41 WITA

Kejati Kalsel Tetapkan 3 Pejabat BKSDA jadi Tersangka Korupsi, Audit BPKP Ungkap Kerugian Rp5,6 M

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:12 WITA

Utang Rp5,7 Juta Berujung Maut, AS Habisi Nyawa Juhrani dan Kabur ke Kalteng, Ditangkap di Tabunganen

Berita Terbaru

Ubah Stigma Ormas, GEPAK Kalsel Siapkan Unit Usaha dan Gandeng Akademisi

Kalimantan Membangun

Ubah Stigma Ormas, GEPAK Kalsel Siapkan Unit Usaha dan Gandeng Akademisi

Sabtu, 31 Okt 2026 - 23:29 WITA

Jika Ingat 9 Tokoh TVRI Ini, Fix Umurmu di Atas 50 Tahun!

Historia

Jika Ingat 9 Tokoh TVRI Ini, Fix Umurmu di Atas 50 Tahun!

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:17 WITA

Verified by MonsterInsights