BOMINDONESIA.COM – Malam Lailatul Qadar dengan segala keistimewaannya merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk berbuat kebaikan. Marilah memanfaatkan setiap detik dari malam yang penuh berkah ini untuk melakukan amal perbuatan, memperbanyak dzikir, berdoa, dan merenungkan kebesaran Allah SWT.
Malam lailatul qadar menurut keyakinan kaum muslim merupakan malam yang penuh dengan keberkahan didalamnya. Lailatul Qadar terdiri dari dua kata yaitu lailah dan al qadr, yang secara bahasa lailah berarti hitam pekat atau malam. Sedangkan al qadr artinya kemuliaan atau penetapan, yang secara bahasa adalah suatu malam kemuliaan atau malam penentuan.
Banyak pendapat yang mengartikan malam lailatul qadar ini. Perkiraan makna pertama malam lailatul qadar adalah malam cemerlang yang mempunyai kemuliaan, kejayaan, dan pujian. Malam dimana Allah Swt memberikan hal-hal yang pantas diberikan pada para hamba-Nya yang Ikhlas, baik itu berupa kewibawaan yang terkenal maupun kedudukan yang terpuji didunia dan akhirat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Makna kedua tentang malam lailatul qadar adalah malam diputuskannya takdir, alur, dan Nasib para hamba lalu dikirim dari Laufil Mahfuz ke langit dunia secara kontan untuk dijalankan selama setahun.
Dari perkiraan makna diatas, maka malam Lailatul Qadar adalah suatu malam yang selama setahun penuh dipenuhi dengan berbagai kebaikan dan malam yang sangat istimewa di bulan Ramadan, dan disebutkan dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini sangat penting bagi umat Muslim karena pada malam ini diturunkannya Al-Quran yang menjadi petunjuk bagi umat manusia.
Malam Lailatul Qadar mempunyai 3 nama yang merupakan penghubung jalan Tuhan yang memberikan kebahagiaan dan karunia, yaitu: Lailatul Barakah (malam keberkahan), Lailaturrahmah (malam kasih sayang), dan Lailatussalam (malam keselamatan).
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
- Diampuni dosanya
Siapa yang beribadah pada malam lailatul qadar, dia akan diampuni dosanya. Rasulullah SAW. Menjelaskan, ”Siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan dilandasi iman dan keikhlasan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu .”
- Nilai Pahala yang Dilipatgandakan
Malam Lailatul Qadar memiliki keistimewaan yang besar karena pada malam tersebut, pahala amal ibadah dilipatgandakan. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda bahwa pahala berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala adalah pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Begitu juga dengan shalat pada Malam Lailatul Qadar, pahalanya sama dengan shalat selama seribu bulan.
- Dikabulkan Doanya
Malam Lailatul Qadar menjadi waktu yang sangat istimewa untuk memohon rezeki dan ampunan dari Allah swt. Dalam suasana yang penuh khusyuk dan kesungguhan, umat Islam memiliki kesempatan untuk berdoa kepada-Nya, agar doa-doa mereka dikabulkan, rezeki yang berlimpah diberikan, dan dosa-dosa mereka diampuni.
Tanda-tanda malam Lailatul Qadar
Dilansir dari Baznas, bahwa beberapa riwayat menyebutkan tanda yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar, antara lain:
1. Turunnya malaikat ke bumi
Para malaikat turun membawa rahmat dan kedamaian bagi hamba yang beribadah.
2. Cahaya malam terasa berbeda
Langit disebut tampak lebih cerah, meskipun tanda ini tidak selalu dirasakan semua orang.
3. Suasana malam lebih tenang
Keheningan dan ketenteraman terasa lebih kuat dibandingkan malam biasanya.
4. Ibadah terasa ringan dilakukan
Orang yang beribadah sering merasa tidak mudah lelah meskipun beraktivitas sepanjang malam.
5. Muncul rasa bahagia dan sejuk di hati
Banyak umat Muslim merasakan ketenangan batin saat beribadah.
6. Ibadah menjadi lebih khusyuk
Dorongan untuk berdoa, berzikir, dan membaca Al Quran terasa lebih kuat.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.”) (QS. Al-Qadr: 1-3)












