Ini Persiapan Menyambut Ramadan 2026

Ini Persiapan Menyambut Ramadan 2026

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mari Persiapkan Diri Sambut Ramadan 2026

Mari Persiapkan Diri Sambut Ramadan 2026

BOMINDONESIA.COM – Islam menempatkan persiapan sebelum Ramadan sebagai bagian dari adab beragama. Al-Qur’an menjelaskan, Ramadan adalah bulan yang Allah pilih untuk diturunkannya Al-Qur’an dan sebagai waktu untuk bertakwa:

Para ulama memaknai bulan sebelum masuknya Ramadan sebagai kesempatan untuk berlatih dan pembersihan diri (tazkiyah), agar puasa dan amal ibadah di bulan Ramadan lebih berkah.

Merujuk Jurnal The Momentum of the Holy Month of Ramadan in Increasing Social and Spiritual Piety for Muslim Society oleh Murni Parembai, sebagaimana tamu mulia yang akan berkunjung, bulan suci ini memerlukan persiapan lahir dan batin agar kita dapat memetik hikmahnya secara optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasulullah SAW telah mencontohkan, keberkahan Ramadan hanya diraih oleh mereka yang mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Berikut ini di antara persiapan lahir dan batin yang perlu dilakukan.

  1. Pemurnian Niat dan Motivasi Ibadah

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan, niat yang ikhlas adalah “ruhnya amal”. Beliau menegaskan bahwa mempersiapkan niat sebelum Ramadan adalah fondasi utama, karena Ramadan penuh dengan distraksi sosial yang dapat mengotori kemurnian tujuan

Dalam konteks kontemporer, Dr. Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi dalam Fikih Sirah menambahkan bahwa niat harus diperbaharui setiap hari dalam Ramadan agar ibadah tidak menjadi rutinitas tanpa makna.

  1. Kesehatan, Disiplin dan Manajemen Waktu

Aspek lahiriah persiapan Ramadan mencakup kondisi fisiologis dan manajemen waktu agar ibadah dapat berjalan efektif. Rasulullah SAW mendidik umatnya agar tidak berhenti pada niat saja, tetapi melakukan latihan fisik dan disiplin jadwal melalui amalan sunnah seperti:

  • Puasa sunnah di bulan Sya’ban (latihan menahan lapar dan haus),
  • Tidur lebih awal dan bangun malam untuk tahajud dan qiyam,
  • Mengatur jadwal harian agar waktu teralokasi untuk Ibadah dan produktivitas sosial.
Baca Juga :  Perkuat Pranata Humas, Diskominfo Kalsel Gelar Workshop Kehumasan

Dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad, Imam Bukhari menyatakan bahwa sunnah kehidupan Nabi mencakup keteraturan yang mengoptimalkan aktivitas lahir dan batin. Disiplin waktu sebelum Ramadhan mengajarkan kesiapan yang berkelanjutan, bukan persiapan dadakan.

  1. Penyucian Hati melalui Istighfar dan Muhasabah

Allah SWT berfirman: “Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Imam Ibnul Qayyim dalam Madarij as-Salikin menyebut bulan Sya’ban sebagai “bulan pensucian hati” sebelum memasuki Ramadan. Beliau menganjurkan istighfar 70-100 kali sehari di bulan Sya’ban sebagai “pembersihan spiritual”.

Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Al-Ghunyah menambahkan bahwa hati yang bersih dari dendam, iri, dan sombong akan lebih mudah menerima cahaya Ramadan.

  1. Peningkatan Kualitas Ibadah Sunnah

Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Aisyah RA berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali di Ramadan, dan tidak ada bulan yang lebih banyak beliau puasa daripadanya selain Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Imam An-Nawawi dalam Riyadhush-Shalihin menjelaskan bahwa puasa Sya’ban berfungsi sebagai “latihan fisik dan spiritual” sekaligus “pemanasan” sebelum Ramadan.

Beliau menyarankan untuk mulai meningkatkan tahajud dan tilawah Al-Qur’an secara bertahap sejak pertengahan Sya’ban agar tidak kaget dengan beban ibadah Ramadan.

 

  1. Persiapan Fisik dan Kesehatan

Rasulullah ﷺ bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)

Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebelum Ramadan dengan pola makan seimbang dan olahraga ringan. Dalam konteks modern, para ulama kontemporer menganjurkan pemeriksaan kesehatan berkala bagi penderita penyakit kronis sebelum memutuskan pola puasa yang aman.

  1. Pengaturan Keuangan dan Materi
Baca Juga :  Rangkaian Proses Ibadah Haji Akan Berjalan Aman

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu.” (QS. Al-Munafiqun: 10)

Ustadz Abdul Hasib Lc. dalam ebook Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan menyarankan membuat anggaran Ramadan khusus untuk sedekah, ifthar, dan kebutuhan ibadah.

Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa pengaturan keuangan yang baik sebelum Ramadan mencerminkan sikap serius dalam beribadah dan menghindari hutang yang dapat mengganggu kekhusyukan.

  1. Persiapan Lingkungan dan Sosial

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memudahkan orang yang kesulitan, Allah akan memudahkannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Berdasarkan penelitian Murni Parembai (2024) dalam jurnal The Momentum of the Holy Month of Ramadan, komunitas yang melakukan persiapan sosial sebelum Ramadan menunjukkan peningkatan solidaritas 60% lebih tinggi.

Tradisi seperti “munggahan” (makan bersama keluarga), bersih-bersih masjid, dan koordinasi takjil merupakan bentuk tradisi Indonesia dari “Tarhib Ramadhan.

  1. Persiapan Ilmu

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Dia akan pahamkan dalam agama.” (HR. Bukhari)

Imam As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi Ulum al-Qur’an menekankan pentingnya mengkaji tafsir ayat-ayat puasa sebelum Ramadan. Beliau mencatat bahwa para sahabat Nabi menghabiskan 6 bulan sebelum Ramadan untuk mempelajari fikih puasa.

Umat Islam perlu memahami perkembangan masalah kontemporer seperti puasa di daerah lain dengan kondisi berbeda, agar memiliki pandangan yang lebih luas.

  1. Penyusunan Agenda Ibadah

Dalil: Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)

Penjelasan Ulama: Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menganjurkan membuat “jadwal ibadah” harian selama Ramadan yang mencakup tilawah, dzikir, dan muhasabah. Beliau mencontohkan bagaimana ulama salaf menyusun “target pencapaian spiritual” untuk setiap 10 hari Ramadan (rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka).

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Mulai Hari Ini
Doa Ketika Wukuf di Padang Arafah
Tim Kesehatan Pantau Jemaah Haji Indonesia, Pastikan Sehat dan Stabil
63 Kloter Jemaah Calon Haji Tiba di Madinah
Haji Muhidin Berangkatkan Kloter Pertama Jamaah Calon Haji Embarkasi Banjarmasin
Puasa Senin-Kamis, Ini Keistimewaannya
15 Pesawat Garuda Indonesia Layani Haji 2026
Cegah Visa Non Haji untuk Berhaji

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:59 WITA

Kepulangan Jemaah Haji Indonesia Mulai Hari Ini

Senin, 25 Mei 2026 - 20:31 WITA

Doa Ketika Wukuf di Padang Arafah

Selasa, 28 April 2026 - 12:07 WITA

Tim Kesehatan Pantau Jemaah Haji Indonesia, Pastikan Sehat dan Stabil

Minggu, 26 April 2026 - 16:53 WITA

63 Kloter Jemaah Calon Haji Tiba di Madinah

Sabtu, 25 April 2026 - 11:30 WITA

Haji Muhidin Berangkatkan Kloter Pertama Jamaah Calon Haji Embarkasi Banjarmasin

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights