BOMINDONESIA.COM – Hikmah Memilih Hewan Kurban yang Tepat. Memilih hewan kurban bukan sekadar memenuhi syarat administratif ibadah. Ia mencerminkan kualitas spiritual seseorang.
Dalam Fiqh al-Ibadat, Yusuf al-Qaradawi menekankan bahwa ibadah kurban mengandung dimensi sosial yang kuat, yaitu berbagi kebahagiaan dengan sesama melalui daging yang berkualitas.
Semakin baik hewan yang dipilih, semakin besar manfaat yang dirasakan oleh penerima.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, satu pertanyaan klasik kembali muncul di tengah masyarakat, bagaimana memilih hewan kurban yang benar-benar sah menurut syariat, sekaligus sehat dan layak dikonsumsi?
Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan. Ia merupakan simbol ketundukan total kepada Allah SWT, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail.
Oleh karena itu, ketepatan dalam memilih hewan kurban menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah tersebut.
Lantas, apa saja syarat sah hewan kurban dan bagaimana cara memilih yang terbaik? Berikut panduan lengkapnya.
Makna Kurban: Lebih dari Sekadar Penyembelihan
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 34, Allah menegaskan bahwa kurban adalah bagian dari syiar agama yang berkaitan erat dengan rasa syukur atas rezeki berupa hewan ternak.
Dalam perspektif tafsir, M. Quraish Shihab dalam bukunya Membumikan Al-Qur’an menjelaskan bahwa esensi kurban bukan pada darah atau dagingnya, melainkan pada ketakwaan yang menyertai proses tersebut. Dengan kata lain, kualitas hewan mencerminkan kualitas pengorbanan.














