BOMINDONESIA.COM,PALANGKARAYA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah terus menjadi perhatian. Hingga akhir Juli 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai 3.096,52 hektare. Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya kini menjadi fokus penanganan melalui operasi gabungan darat, sungai, dan udara.
Seperti dilansir Beritasampit.com, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (30/7/2026).
Menurut Agustiar, operasi gabungan terus dilakukan di sejumlah titik rawan, di antaranya di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kelurahan Kameloh Baru, Kota Palangka Raya. Penanganan dilakukan melalui jalur darat, sungai, hingga udara untuk menekan meluasnya kebakaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita perkuat strategi penanggulangan Karhutla melalui sinergi dan kolaborasi bersama, dengan dukungan TNI dan Polri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari diseminasi informasi, supervisi ke kabupaten dan kota rawan Karhutla, hingga menerbitkan surat kepada seluruh bupati dan wali kota agar meningkatkan upaya mitigasi serta menetapkan status darurat sesuai kebutuhan.
Agustiar menambahkan, Pemprov Kalteng telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 31 Oktober 2026. Dengan status tersebut, Kalimantan Tengah memperoleh dukungan dari BNPB berupa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara, dan water bombing untuk memperkuat pengendalian kebakaran.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNPB atas dukungan dalam upaya pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah,” katanya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, luas Karhutla di Kalimantan Tengah hingga akhir Juli 2026 mencapai 3.096,52 hektare, terdiri dari 673,92 hektare di areal penggunaan lain (APL) dan 2.395,6 hektare di kawasan hutan.
Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dapat menekan laju kebakaran, mengurangi dampak kabut asap, dan mencegah meluasnya Karhutla di musim kemarau.
Pantauan wartawan bomindonesia.com hingga Jumat (31/7/2026) sore, petugas gabungan dari Dinas Kehutanan, TNI / Polri lengkap dengan armada mobil memenuhi pinggir jalan di tiap titik api dari Tumbang Nusa hingga Kelampangan , Palangka Raya
*/ Editor Mercurius









