BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kalimantan Selatan. Siti Alamaghvira Azhari, siswi kelas XI B Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin, berhasil menyabet Juara 2 kategori Konten Video Edukasi dalam ajang Psychology Education Festival (PSY-EDUFEST) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang.
Kepastian juara tersebut didapatkan setelah Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang secara resmi mengumumkan daftar pemenang kompetisi PSY-EDUFEST 2026. Pengumuman tersebut tertuang dalam Surat Keterangan Dekan Nomor: B-141/Un.09/IX/PP.00.9/01/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Dekan Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang, Fajri Ismail, pada Kamis (29/1/2026).
Persaingan ketat siswa tingkat menengah (SMA/SMK sederajat) se Indonesia yang diikuti oleh lebih dari 80 siswa dari berbagai daerah akhirnya memunculkan nama-nama siswa hebat sebagai pemenang di setiap kategori. Dalam Kategori Konten Video Edukasi, gelar juara pertama dianugerahkan kepada Lintang Sekar Kinanthi dari SMAN 1 Badengan. Posisi kedua ditempati oleh Siti Alamaghvira Azhari dari SMKN 3 Banjarmasin, dan posisi juara ketiga diraih oleh Ananda Rhania Fadhila dari SMA Islam Darussalam. Sementara itu, dalam Kategori Infografis, posisi pertama berhasil diraih oleh Reza Afrialdo dari SMAN 1 Tiumang, disusul oleh Marsya Putri Wulan S dari SMKN 2 Bandung sebagai juara kedua, dan Najwa Ruzaina dari SMK Al-Basthomi yang menempati posisi juara ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui bahwa video edukasi yang dibuat Siti Alamaghvira Azhari dari SMK Negeri 3 Banjarmasin tersebut membedah isu perundungan siber (cyber bullying) yang kini menjadi persoalan krusial di platform media sosial. “Saya mengangkat isu cyber bullying karena media sosial kini menjadi salah satu sarana utama terjadinya perundungan. Di sini saya tidak hanya berkompetisi, tetapi ingin mengajak teman-teman agar lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Semoga pesan dalam video ini dapat meningkatkan kesadaran kita semua untuk berhenti melakukan perundungan, karena dampaknya sangat besar bagi diri sendiri dan bisa berakibat fatal bagi orang lain,” tuturnya.
Ia pun membagikan kesannya selama mengikuti ajang tersebut dengan penuh rasa syukur. “Alhamdulillah, saya berkesempatan menjadi juara kedua. Saya belajar banyak hal, terutama dalam memahami berbagai jenis bullying secara mendalam setelah melihat karya peserta lainnya. Ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih kepada orang tua, Bapak dan Ibu guru pembimbing, serta teman-teman yang selalu memberikan dukungan,” ungkap Vira.

Rizal, S.Pd, selaku guru pembimbing, turut mengapresiasi pencapaian gemilang siswanya. Ia menyatakan bahwa prestasi ini merupakan bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya terbatas di ruang kelas. “Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur atas capaian ini. Ini menjadi prestasi pertama di tahun 2026, setelah sebelumnya saya bersama siswa lainnya berhasil menorehkan 15 prestasi sepanjang tahun 2024 dan 2025. Sebagai guru, tentu ini adalah ikhtiar bersama untuk membuktikan bahwa pembelajaran bukan hanya bisa dilakukan di ruang kelas, melainkan juga dengan mengikuti berbagai kegiatan, perlombaan maupun kejuaraan yang relevan untuk mendukung kompetensi siswa, khususnya di jurusan Broadcasting dan Perfilman,” ucapnya.
Ia pun berharap prestasi ini dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berkarya. “Intinya, kami siap memfasilitasi dan mendukung pengembangan talenta siswa. Semoga kemenangan ini memicu semangat siswa lain untuk terus berprestasi dan meningkatkan kompetensi mereka.” imbuh Rizal.












