BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Profesi perawat di seluruh puskesmas di Kota Banjarmasin sedang diguncang masalah serius. Bukan soal gaji, namun keluhan soal ketidaksesuaian tugas pokok dan penempatan kerja.
Dari sumber yang dapat dipercaya Bomindonesia.com bahwa petugas di puskesmas mengeluh karena ditugaskan menjadi perawat di dua rumah sakit yakni di RSUD Ulin dan RS Sultan Suriansyah yang tidak sesuai dengan tugas sebenarnya.
Tanpa ada petunjuk surat penugasan resmi, para perawat ini disodorkan jadwal piket untuk merawat di salah satu ruangan pasien yang diduga pasien dari para kalangan keluarga pejabat di Pemkot Banjarmasin dan legislatif.
Namun sayang tak satupun pihak perawat berani mengadukannya, karena dihantui dengan nasib pekerjaan ke depannya. Hanya saja kasus ini dibenarkan oleh salah seorang tenaga puskesmas di kota seribu sungai ini yang namanya tidak mau disebutkan.
Bahwa benar ada bawahannya yang bertugas sebagai staf pembantu kesehatan di puskesmas secara terpaksa harus mengikuti jadwal yang diduga perintah dari atasan.
Itu pun dilakukan sudah berjalan berbulan-bulan, sejak Oktober 2024 lalu. Karena kehilangan salah satu petugasnya, puskesmas terpaksa memutar otak agar kekosongan pelayanan itu bisa diatasi. Ia mengaku mengatasinya dengan merangkapkan pekerjaan petugas lainnya.
“Ya benar, petugas kesehatan kami diminta merawat di salah satu RS. Sebenarnya mereka keberatan, tapi takut mengadukannya. Saya harap ini ada jalan keluarnya,” ucapnya.
Editor : Hamdani












