Ombudsman Investigasi Dugaan Kebocoran Soal SNBT

Ombudsman Investigasi Dugaan Kebocoran Soal SNBT

- Redaksi

Senin, 28 April 2025 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses seleksi perguruan tinggi berjalan jujur, adil, dan transparan

Proses seleksi perguruan tinggi berjalan jujur, adil, dan transparan

Panitia: Yang Beredar di Medsos Bukan Bocoran

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Isu kebocoran soal santer saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025. Ombudsman Republik Indonesia menginvestigasi dugaan kecurangan itu.

Anggota Ombudsman Indraza Marzuki Rais mengatakan, langkah ini merupakan kewenangan dari Ombudsman untuk melakukan pengawasan. “Kami ingin memastikan proses seleksi perguruan tinggi berjalan jujur, adil, dan transparan,” ujar Rais dalam keterangannya, Minggu (27/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia mengaku, Ombudsman telah mendapatkan sejumlah laporan kecurangan dari masyarakat sejak hari pertama tes dilaksanakan, termasuk dugaan kecurangan dan kebocoran soal yang beredar di media sosial.

Rais menekankan, investigasi yang dilakukan Ombudsman ini bukan untuk mencari kesalahan atau kekurangan semata. “Tapi untuk memastikan aspirasi masyarakat ditanggapi dengan cepat dan tepat. Pendidikan itu hak semua orang, dan jalannya ke sana harus bersih dari kecurangan dan hambatan teknis,” tegasnya.

Dalam investigasi tersebut, Rais meminta masyarakat turut aktif mengawasi dan melaporkan apabila menemukan praktik-praktik curang. Ombudsman juga menyediakan layanan pengaduan khusus untuk mengumpulkan sejumlah masalah dalam penyelenggaraan UTBK SNBT. 

Layanan pengaduan tersebut dibuka mulai sekarang hingga 31 Juli 2025. Masyarakat yang mendapati kendala dan kecurangan bisa melapor melalui online dengan menghubungi nomor 0811-9093-737 atau mengirim email ke team7@ombudsman.go.id.

“Setiap aduan yang masuk akan diverifikasi, lalu diteruskan ke panitia SNPMB untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan prosedur yang berlaku,” kata Rais.

Selain itu, Ombudsman meminta penanggung jawab pusat UTBK meningkatkan kecermatan pemeriksaan peserta menjelang ujian berlangsung.

Ombudsman menyarankan agar aturan ujian semakin diperketat dengan melarang peserta membawa barang bawaan atau meninggalkan ruangan selama tiga jam ujian berlangsung. “Apa pun alasannya, untuk mencegah potensi kecurangan,” kata Rais.

Baca Juga :  Sidang Praperadilan Tersangka Korupsi Melawan Kejati Kalsel, Ahli : Penetapan Tersangka Cacat Formil

Sebelumnya, isu kebocoran soal kian santer mengiringi pelaksanaan UTBK SNBT tahun 2025 yang dilaksanakan sejak 23 hingga 30 April 2025.

 Isu kecurangan itu mencuat dari sejumlah unggahan di media sosial.

Dalam unggahan yang beredar, tampak tangkapan  layar percakapan grup Whatsapp diduga para peserta UTBK yang tengah berbagi cerita mengenai kebocoran soal dan upaya curang yang dilakukan oleh masing-masing peserta.

“Pengawasnya rata-rata pada santai, makanya aku bisa chat Deepseek,” demikian bunyi salah satu percakapan dalam tangkapan layar tertanggal 23 April 2025.

Salah seorang peserta UTBK SNBT di Jakarta, Putri Afifah mengaku mengaku kecewa lantaran mendapatkan informasi dari temannya tentang kebocoran soal.

“Pas selesai ujian, teman cerita katanya dia dapat bocoran soal. Dan pas saya liat itu bener-bener sama dengan yang apa saya kerjain di soal itu. Saya cukup kaget kok dia bisa ya,” ungkapnya, yang dikutip dari tempo.co, Minggu (2/4/20025)

Bahkan, kata Putri, pembicaraan mengenai kebocoran soal itu sudah ramai diperbincangkan sesaat setelah ia keluar dari ruang ujian.  “Tapi jujur saja kan pas keluar ruangan langsung ramai bocorannya sama yang apa kami kerjakan,” ujar pelajar yang bercita-cita lolos di program studi komunikasi itu.

Putri kesal lantaran untuk bisa mengisi butiran soal-soal, dirinya harus belajar dengan keras. Senada dengan Putri, Maria Chintya Devi juga merasakan hal sama. Kendati tidak pernah melihat secara langsung kecurangan tersebut, Maria mengaku  dirinya cukup sedih mendengar adanya kebocoran soal. “Aku baru lihat di media sosial saja. Itu pun tidak aku selam lagi karena sakit hati,” ujarnya.

Baca Juga :  Juni Berdarah di Kalsel, Pengeroyokan Sadis di Tapin, Yusuf Tewas Bersimbah Darah

Ketua Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Eduart Wolok membantah adanya kebocoran soal UTBK SNBT. Menurut dia, klaim soal bocor yang beredar di media sosial tak berdasar.

“Kami pastikan tidak ada soal yang diunggah di internet atau yang digunakan berulang dalam sesi berbeda. Jika ada gambar soal yang tersebar, itu bukan bocoran, melainkan hasil jepretan dari peserta secara ilegal di dalam ruang ujian,” ujar Eduart dalam konferensi pers secara daring pada Jumat, 25 April 2025.

Eduart menjelaskan, SNPMB merancang lebih dari 23 set soal UTBK yang berbeda, disesuaikan dengan sesi dan lokasi ujian. “Masing-masing peserta mendapat soal berbeda,” ujarnya.

Kalau pun ada soal yang mirip, dia menyebut itu hanya bagian dari anchor untuk penyesuaian antar-sesi. Ia juga menepis anggapan bahwa soal yang beredar di platform jual-beli daring adalah kebocoran dari panitia. Menurutnya, sejauh ini tidak ditemukan kebocoran sistem. “Kalau pun ada peredaran soal, itu hasil dari kecurangan peserta yang membawa keluar soal dengan cara-cara tertentu,” kata Eduart

Namun, ia tak memungkiri ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh peserta. Beberapa di antara modus kecurangan yang digunakan adalah membawa kamera tersembunyi di ikat pinggang, kawat gigi, hingga penggunaan software remote desktop.

Menurut Eduart, hingga hari kedua pelaksanaan UTBK, panitia SNPMB mencatat sedikitnya 14 kasus kecurangan, atau sekitar 0,0071 persen dari total peserta.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus
Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI
Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada
Lepas Kendali, Tongkang milik PT MBP Tabrak Kapal Kayu Muatan Pupuk hingga Tenggelam
Promosi ke Babel, Kombes Pol Adam Erwindi Tinggalkan Jejak Positif, Dikenal Komunikatif dan Responsif oleh Insan Pers Kalsel
Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80
Polri Hadir hingga Pelosok, Polda Kalsel Sebar 2.244 Paket Sembako untuk Warga Membutuhkan
Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:31 WITA

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:09 WITA

Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:50 WITA

Lepas Kendali, Tongkang milik PT MBP Tabrak Kapal Kayu Muatan Pupuk hingga Tenggelam

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:24 WITA

Promosi ke Babel, Kombes Pol Adam Erwindi Tinggalkan Jejak Positif, Dikenal Komunikatif dan Responsif oleh Insan Pers Kalsel

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:29 WITA

KORBAN PERKELAHIAN – Perkelahian berdarah mengakibatkan seorang pria tewas di kawasan Jalan Kelayan B, Banjarmasin, Senin (6/7/2026) pagi. Polisi masih menyelidiki motif dan kronologi kejadian. (foto: ilustrasi)

Peristiwa & Hukum

Perkelahian Maut di Kelayan B, Satu Tewas, Pelaku Masih Dirawat

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:33 WITA

Verified by MonsterInsights