Ponpes Bantah Terjadi Penganiayaan Santri asal Kalsel, Sebut Hanya Reaksi Spontan – bomindonesia.com

Ponpes Bantah Terjadi Penganiayaan Santri asal Kalsel, Sebut Hanya Reaksi Spontan

- Redaksi

Minggu, 1 Juni 2025 - 23:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum korban, Heru Lestarianto memperlihatkan foto korban penganiayaan.(@infotabalong)

Kuasa hukum korban, Heru Lestarianto memperlihatkan foto korban penganiayaan.(@infotabalong)

BOMINDONESIA.COM, YOGYAKARTA –Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji di Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, membantah telah terjadi penganiayaan terhadap santri berinisial KDR (Kharisma Dimas Radea), warga Tabalong, Kalimantan Selatan, seperti yang ramai diberitakan.

Penasihat hukum Ponpes Ora Aji, Adi Susanto, menegaskan bahwa tidak ada penganiayaan sebagaimana dituduhkan. Menurutnya, insiden tersebut merupakan reaksi spontan dari para santri yang merasa kesal karena kehilangan uang akibat ulah KDR.

“Yang terjadi adalah perbuatan spontan, karena mereka mengetahui jika KDR adalah orang yang selama ini meresahkan. Ke-13 santri yang sekarang dilaporkan dan ditetapkan sebagai tersangka justru merupakan korban pencurian,” ujar Adi, Jumat (30/5/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Adi, para santri mengalami kehilangan uang dalam jumlah bervariasi, dari Rp20 ribu hingga Rp700 ribu. “Memang secara nominal tidak besar, tapi bagi para santri yang hidup mondok, uang itu sangat berarti,” tambahnya.

Pihak ponpes, kata Adi, sempat mengupayakan penyelesaian secara damai dengan keluarga KDR. Namun, upaya tersebut kandas setelah pihak korban disebut meminta kompensasi sebesar Rp2 miliar.

“Angka itu jelas tidak masuk akal dan sulit dipenuhi. Setelah itu, kasus ini dilaporkan ke polisi,” kata Adi.

Setelah dilaporkan, ke-13 santri itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Sleman. Meski demikian, Adi menegaskan mereka tidak ditahan karena bersikap kooperatif dan sebagian masih di bawah umur.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya kini juga telah melaporkan balik KDR atas dugaan penggelapan uang hasil penjualan air galon.

“Saya juga menjadi kuasa hukum 13 santri tersebut. Mereka sudah melaporkan balik KDR ke polisi,” tegasnya.

Namun, kuasa hukum KDR, Heru Lestarianto, membantah klaim adanya mediasi atau permintaan kompensasi dari pihaknya.

Ia menyatakan bahwa tidak pernah ada pembicaraan damai dengan pihak ponpes dan penganiayaan yang dialami kliennya harus diproses hukum.

Penulis*/ Editor Mercurius 

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Astamaops Polri dan KSAL Tinjau Karhutla Kalsel, Kapolda Turun Langsung Padamkan Api
BREAKING NEWS ! Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan
BREAKING NEWS Kebakaran Kembali Landa Banjarmasin , Api Berkobar di Gang Damai Simpang Jagung
Aksi #KalselLumpuh, Mahasiswa Soroti Karhutla, Listrik Padam hingga Antrean BBM
Karhutla Liang Anggang Meluas, Asap Ganggu Pengguna Jalan Trans Kalimantan
Duka di Hari Kemerdekaan, Kebakaran di Pemurus Dalam Telan Korban Jiwa
Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan
Antrean BBM Subsidi di SPBU, YLK: Bentuk Tim dan Pengawasan di Lapangan

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:28 WITA

Astamaops Polri dan KSAL Tinjau Karhutla Kalsel, Kapolda Turun Langsung Padamkan Api

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:56 WITA

BREAKING NEWS ! Presiden Prabowo Turun Langsung Pimpin Penanganan Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:16 WITA

BREAKING NEWS Kebakaran Kembali Landa Banjarmasin , Api Berkobar di Gang Damai Simpang Jagung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WITA

Aksi #KalselLumpuh, Mahasiswa Soroti Karhutla, Listrik Padam hingga Antrean BBM

Rabu, 19 Agustus 2026 - 22:55 WITA

Karhutla Liang Anggang Meluas, Asap Ganggu Pengguna Jalan Trans Kalimantan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights