BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi Program Keahlian Broadcasting dan Perfilman SMK Negeri 3 Banjarmasin yang tergabung dalam tim Sapakawanan Project. Tak tanggung-tanggung, tim binaan M. Rizal, S.Pd dan Nursyalasiah, S.Pd ini sukses memborong dua prestasi sekaligus sebagai juara pertama dan kedua dalam lomba video edukasi diabetes nasional nursing competition yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Nursing competition 2024 kali ini mengangkat tema “pencegahan diabetes untuk generasi sehat: membangun kebiasaan baik sejak usia muda untuk masa depan yang lebih baik” dan terbagi kedalam dua jenis lomba yakni poster dan video edukasi. Lomba yang diikuti oleh 143 peserta yang merupakan siswa-siswi SMA/SMK/MA se Indonesia itu turut memperebutkan 7 penghargaan. Tiga pemenang untuk masing-masing lomba poster dan video edukasi serta satu penghargaan untuk juara favorite.
Hasilnya tim Sapakawanan Project SMK Negeri 3 Banjarmasin menorehkan prestasi sebagai juara pertama dan kedua dalam cabang lomba video edukasi melalui pengumuman pemenang pada Kamis, 19 Desember 2024 via platform zoom meeting. Rizal selaku guru pembimbing mengaku kaget karena kedua tim yang ia dampingi berhasil keluar sebagai juara, “Alhamdulillah, tentunya ini prestasi yang membanggakan bagi kita semua. Saya dan Bu Syala merasa kaget karena kedua tim yang kami kirimkan berhasil mendapatkan apresiasi yang baik. Tim pertama berasal dari siswa-siswi kelas XII B BRCF yakni Muhammad Rayhan, Muhammad Noval Noor, Ahmad Raihan Fadhillah, Muhammad Rafi Azhar Saputra, Nabillah, Muhammad Pasya, Siti Dwi Sulistyawati dan Muhammad Riski yang berdasarkan rekapitulasi penjurian berhasil meraih nilai akhir 94 dari 100 point. Sedangkan tim kedua yang kami kirimkan merupakan adik tingkatnya di kelas XI B BRCF yakni Gilang Ramadhan, Arifaldi Agustriansyah, M. Rafli, M. Arifin, Mariana, M. Aldi, Ahmad Dharmawan dan Mariana yang berdasarkan hasil penilaian juri meraih nilai akhir 89 dari 100 point.” pungkasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Video edukasi yang menjadi juara pertama berjudul Adu(h) Manis karya sutradara Muhammad Rayhan ini bercerita tentang Revan dan Zainal seorang siswa SMK menjalankan aktivitas mereka yang begitu berbeda dalam hal mengkonsumsi gula dan menjalani kehidupan, mereka dihadapkan dengan pertarungan adu manis. Bagaimana jadinya jika Revan yang suka makanan manis melawan Zainal yang lebih memilih hidup sehat. Siapakah yang akan menang di pertarungan “adu manis”?
Sang sutradara Muhammad Rayhan menceritakan bahwa ia merasa senang dan bersyukur atas raihan prestasi tersebut, “Tentu saya merasa sangat senang dan bersyukur atas pencapaian ini. Saya banyak mendapatkan pengalaman berharga dalam proses pembuatan video edukasi kali ini. Terlebih ini adalah lomba pertama saya dalam bidang video edukasi dan langsung di percaya untuk menjadi sutradara. Terima kasih kepada guru pembimbing dan anggota tim yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan penuh sepanjang proses produksi. Meski hanya dikerjakan dalam kurun waktu satu minggu, alhamdulillah proses pembuatan video edukasi ini tetap berjalan lancar berkat dukungan banyak pihak. Pengalaman ini mengajarkan saya banyak hal dan prestasi kali ini adalah hasil kerja keras kami bersama.” ungkap siswa kelas XII ini.
Sedangkan juara kedua video edukasi berjudul Vlog Apin yang bercerita tentang Arifin atau yang biasa disapa Apin seorang siswa SMK melakukan eksperimen dengan bertanya kepada kawan-kawan di sekolahnya tentang makanan dan minuman yang mereka sukai. Video edukasi tersebut di sutradarai oleh Gilang Ramadhan yang juga mengaku bahwa ini pengalaman pertama baginya mengikuti lomba tingkat nasional.
“Alhamdulillah senang sekali saya dan teman-teman bisa mendapatkan juara kedua pada lomba tersebut. Tentu ini berkat kerja keras seluruh anggota tim yang sangat banyak membantu saya dalam membantu video edukasi tersebut. Jujur ini lomba tingkat nasional perdana sekaligus prestasi pertama yang kami dapatkan. Terima kasih juga untuk Pak Rizal dan Bu Syala yang selalu membimbing dan mengarahkan kami dalam perlombaan kali ini,” ucap Gilang.
Sebelumnya tim Sapakawanan Project SMK Negeri 3 Banjarmasin berhasil menorehkan tiga prestasi lainnya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Prestasi pertama sebagai Juara 1 Lomba Video Edukasi Nasional dalam rangka Semarak Teknologi Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat tahun 2024. Prestasi kedua yakni sebagai Juara 2 Lomba Video Edukasi Nasional dalam rangka Gebyar Teknologi Laboratorium Medis oleh Poltekkes Kemenkes Jakarta III tahun 2024. Sedangkan prestasi ketiga sebagai Juara 2 Lomba Video Kreatif Competition pada ajang Nutrition Creative Competition 5.0 oleh Himpunan Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Semarang tahun 2024. Dituturkan oleh Rizal yang merupakan guru pembimbing bahwa lima prestasi yang diraih oleh timnya ini adalah hasil kolaborasi dan kerja keras para siswanya.
“Dua prestasi terbaru yang kami raih berhasil menggenapi lima penghargaan yang kami dapatkan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir ini. Tentunya ini berkat kolaborasi dan kerja keras para siswa. Kami sebagai guru hanya memfasilitasi perlombaan tersebut. Selebihnya adalah bagaimana siswa mau berproses dan belajar dari pengalaman yang telah diberikan. Ini juga menjadi strategi yang cukup efektif untuk memastikan bahwa hasil dari proses belajar dan pembelajaran yang terjadi di ruang kelas bisa di aktualisasi melalui berbagai kegiatan diluar kelas. Hasilnya alhamdulillah memuaskan, kami bisa mengenali potensi para siswa dengan lebih baik. Sebagai pendidik kami juga bisa melihat bagian mana dari proses pembelajaran yang kurang berdasarkan pengamatan ketika produksi video edukasi tersebut. InsyaAllah kami akan selalu meningkatkan kualitas layanan pembelajaran kepada para siswa agar mereka mempunyai kompetensi yang diharapkan ketika lulus nanti. Terima kasih juga kepada pihak sekolah yang selalu mendukung tim Sapakawanan Project” tuturnya.
Editor : Afdiannoor












