Tarif PPN 12% Tambah Biaya Produksi Batubara

Tarif PPN 12% Tambah Biaya Produksi Batubara

- Redaksi

Kamis, 28 November 2024 - 17:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tongkang Batubara Saat Berlayar di Laut (foto:istimewa/bomindonesia)

Tongkang Batubara Saat Berlayar di Laut (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Rencana kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN), dari semula 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025, dinilai juga akan berpengaruh pada kinerja sektor pertambangan, termasuk batubara.

Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Hendra Sinadia mengatakan kenaikan PPN 12% akan berdampak pada meningkatnya biaya produksi di sektor pertambangan. “Biaya input yang lebih tinggi, sehingga akan ada tekanan arus kas,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum menerapkan kebijakan ini, pemerintah harus bisa memastikan sektor pertambangan dalam negeri tetap kompetitif.

Senada, Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia/Indonesia Coal Mining Association (APBI/ICMA) mengatakan kenaikan PPN menjadi 12% tentunya akan menambah biaya produksi perusahaan pertambangan batubara. “Kenaikan biaya produksi perusahaan tentunya akan dibebankan pada harga batubara atau produk akhir yang pada akhirnya konsumen terakhir yang akan menanggung beban kenaikan PPN,” ungkap Plt Direktur Eksekutif APBI/ICMA Gita Mahyarani saat dihubungi.

Baca Juga :  Berawal dari Tiga Ekor, Sertu Edy Karyani Sukses Besarkan Usaha Ternak Kambing

Bukan hanya itu, kenaikan ini juga akan berdampak pada minat investasi oleh investor ataupun pembelian barang modal oleh perusahaan karena kenaikan beban PPN.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menyebut saat ini tren Average selling price (ASP) atau harga jual rata-rata batubara untuk ekspor sedang mengalami penurunan. Sehingga kenaikan PPN akan semakin menambah beban perusahaan batubara, khususnya yang berorientasi ekspor.

“Iya betul, akan menambah beban pelaku usaha pertambangan, biaya produksi akan naik dan pengeluaran akan bertambah, namun pendapat justru berpotensi turun karena harga komoditas cenderung turun,”ujarnya.

Untuk meringankan beban, Bisman bilang pemerintah dapat memberikan kompensasi atau keringanan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari batubara. “Opsi yang paling mungkin adalah pemberian kompensasi atau keringanan PNBP,” ungkapnya.

Baca Juga :  Batfest 2024 Dimulai, Kembang Api Getarkan Panggung Spektakuler

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menargetkan rencana produksi batubara sebesar 710 juta ton hingga akhir tahun ini. Namun, berdasarkan data dari Mineral One Data Indonesia (MODI) per 15 November 2024, produksi batubara nasional telah mencapai 711,37 juta ton atau 100,19% dari rencana awal. Dengan realisasi ekspor batubara mencapai 359,62 juta ton batubara dan realisasi domestik mencapai 316,06 juta ton.

Disisi lain, saat ini industri batubara dalam negeri juga masih harus memenuhi domestic market obligation (DMO) batu bara untuk memasok ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero). Dengan harga wajib atau domestic price obligation (DPO) batubara yang telah ditentukan pemerintah senilai US$ 70/ton.

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Bitcoin Semakin Populer?
Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus Skala Besar, Target Operasi 2028
Bahan Baku Impor, Harga Plastik Alami Kenaikan
Fokuskan Promosi ke Paket Wisata Domestik dan Regional
Sepekan Usai Lebaran, Pasar Loak Kebayoran Kembali Ramai Pedagang dan Pembeli
Selama Lebaran Sektor Ritel Untung Dalam Berbagai Produk
Daihatsu Kembali Hadirkan Program DAIFIT dan Kenalkan Rocky Hybrid yang Memanjakan
Gaji Tetap, Risiko Sulit Cari Kerja

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:08 WITA

Mengapa Bitcoin Semakin Populer?

Rabu, 15 April 2026 - 17:22 WITA

Muhammadiyah Siapkan Pabrik Infus Skala Besar, Target Operasi 2028

Senin, 6 April 2026 - 12:03 WITA

Bahan Baku Impor, Harga Plastik Alami Kenaikan

Minggu, 5 April 2026 - 19:33 WITA

Fokuskan Promosi ke Paket Wisata Domestik dan Regional

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:45 WITA

Sepekan Usai Lebaran, Pasar Loak Kebayoran Kembali Ramai Pedagang dan Pembeli

Berita Terbaru

Sehat Sangat Penting Bagi Tubuh

Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Saat Berpuasa, Penuhi Pola Makan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:43 WITA

Buah Durian Enak Dikonsumsi

Galeri

Manfaat Makan Durian untuk Ibu Hamil

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:36 WITA

Verified by MonsterInsights