Tersedia Hanya Rp71 Triliun, Makan Bergizi Gratis Butuh Tambahan Dana

Tersedia Hanya Rp71 Triliun, Makan Bergizi Gratis Butuh Tambahan Dana

- Redaksi

Minggu, 26 Januari 2025 - 12:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makan Bergizi Gratis Telah Digelar Pemerintah untuk Sekolah (foto:istimewa/bomindonesia)

Makan Bergizi Gratis Telah Digelar Pemerintah untuk Sekolah (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Butuh dana tambahan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 100 triliun. Hal itu untuk menjangkau 82,9 juta penerima hingga akhir 2025. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan, dana tersebut idealnya cair pada September 2025 dalam memenuhi target 82,9 juta penerima program.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut, keputusan mengenai tambahan anggaran akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. “Terkait penambahan anggaran, biar nanti Pak Presiden yang menyampaikan. Kami hanya menyampaikan hitungan kebutuhan tambahan Rp 100 triliun,” ucapnya di Jakarta.

Baca Juga :  Analisis Prof Denny soal Kemunculan Paman Birin : Kuatkan Posisi Pemohon Menang Praperadilan

Menurutnya, Presiden Prabowo gelisah karena banyak anak belum mendapatkan Makan Bergizi Gratis. Oleh karenanya, tengah dipikirkan upaya untuk mengakselerasi program ini. “Beliau sedang memikirkan percepatan program ini, sehingga di akhir 2025, semua penerima manfaat bisa segera terlayani,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk diketahui program dilaksanakan di sejumlah 244 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 33 provinsi itu baru mencapai 0,7 persen dari target keseluruhan. Anggaran program Makan Bergizi Gratis yang disetujui DPR RI mencapai Rp 71 triliun.

Baca Juga :  Simposium SMSI Tegaskan Pilkada Melalui DPRD sebagai Alternatif Demokrasi

Jumlah itu diperuntukkan bagi 3 juta pelajar hingga April 2025, lalu bertambah jadi 6 juta pelajar hingga Agustus 2025, dan 15-17,5 juta penerima manfaat pada Agustus-Desember 2025. “Untuk sementara, anggaran fix Rp 71 triliun. Kalau tidak ada penambahan, penerima manfaat hanya 15 juta sampai 17,5 juta,” imbuhnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus
Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI
Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada
Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80
Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers
Dulu Mengejar Narasumber, Ditanya Wartawan Soal Motor Listrik Nanik S Deyang Malah Ngacir
Dinamika Politik Kian Sentral, SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:31 WITA

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00 WITA

Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:58 WITA

Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:31 WITA

Dulu Mengejar Narasumber, Ditanya Wartawan Soal Motor Listrik Nanik S Deyang Malah Ngacir

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights