Tim Arkeolog: Makam Kuno di Suriah, Ditemukan Alfabet Tertua

Tim Arkeolog: Makam Kuno di Suriah, Ditemukan Alfabet Tertua

- Redaksi

Jumat, 29 November 2024 - 22:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas Johns Hopkins Menerjunkan Tim Arkeolog di Makam Kuno Suriah (foto:istimewa/bomindonesia/Universitas Johns Hopkins)

Universitas Johns Hopkins Menerjunkan Tim Arkeolog di Makam Kuno Suriah (foto:istimewa/bomindonesia/Universitas Johns Hopkins)

BOMINDONESIA.COM, SURIAH – Universitas Johns Hopkins menerjunkan tim arkeolog berhasil menemukan silinder tanah liat kecil di Suriah.

Di silinder terdapat tulisan yang diperkirakan merupakan alfabet tertua yang diketahui sejauh ini. Teknik penanggalan karbon mengungkapkan bahwa objek tersebut berasal dari 4.400 tahun yang lalu bertanggal sekitar 2400 SM. “Tulisan tersebut mendahului sistem alfabet lainnya sekitar 500 tahun,” tulis Vishwam Sankaran di laman Independent.

Penemuan ini dapat mengubah apa yang diyakini selama ini tentang asal mula alfabet. Serta penyebarannya di masyarakat kuno, dan perannya dalam perkembangan peradaban perkotaan pertama.

Baca Juga :  Ternyata Ini Kunci Pertumbuhan Laba BSI Capai 21,60%

Menurut pemimpin tim, Glenn Schwartz, tulisan pada silinder adalah contoh awal bagaimana masyarakat kuno bereksperimen dengan bentuk komunikasi baru. Tidak seperti sistem penulisan lainnya, alfabet menyederhanakan penulisan, sehingga dapat diakses oleh orang-orang di luar keluarga kerajaan atau elite.

Alfabet memungkinkan orang-orang biasa untuk berkomunikasi, mencatat informasi dan mengekspresikan ide-ide dengan cara yang mudah diakses. Pada akhirnya dapat mengubah cara mereka berpikir dan hidup.

Baca Juga :  Mike Tyson vs Jake Paul, si Leher Beton Kalah Angka usai Duel Sengit 8 Ronde

Penemuan baru ini menunjukkan orang-orang bereksperimen dengan teknologi komunikasi baru jauh lebih awal. “Serta terjadi di lokasi yang berbeda dari yang kita bayangkan,” tambah Schwartz.

Temuan ini dipaparkan Schwartz pada pertempuan American Society for Overseas Research (ASOR) yang berlangsung pada 21 November. Dalam pertempuan tersebut, Schwartz membagikan rincian penelitiannya. Ia juga memaparkan soal kemungkinan implikasi dari penemuan mengejutkan ini terhadap pemahaman kita tentang sejarah penulisan.

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau
Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran
Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak
Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat
Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur
Sepertiga Rudal Iran Dihancurkan AS
Kisah 7 Anjing di China Viral, Kabur dari Penculikan dan Tempuh 17 Km Demi Pulang Bersama

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:16 WITA

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

Minggu, 5 April 2026 - 11:42 WITA

Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 17:18 WITA

Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:49 WITA

Antusias Haul Wali Pacah Ampat Kotabaru dan Cerita Tubuh Wali yang Terbagi Empat

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Kerjasama PT PAM dan ULM Pastikan Real Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:32 WITA

Verified by MonsterInsights