TNI Perkuat Postur Pertahanan Nasional, Target 750 Batalyon Tempur hingga 2029

TNI Perkuat Postur Pertahanan Nasional, Target 750 Batalyon Tempur hingga 2029

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025 - 12:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, menegaskan bahwa rencana penguatan postur pertahanan nasional masih dalam tahap perencanaan.

Program tersebut akan dijalankan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan pertahanan negara.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/11/2025), Freddy menjelaskan bahwa penguatan tersebut disiapkan dalam kerangka Optimum Essential Force (OEF) 2025–2029, yang tengah dikaji bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait pembentukan 750 batalyon tempur, lima Komando Armada (Koarmada), serta satuan antariksa di bawah Kohanudnas, semua masih dalam tahap perencanaan dan akan disesuaikan dengan kebijakan pertahanan nasional,” ujar Freddy.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda jadi Perempuan Pertama Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut

Langkah ini merupakan bagian dari pembangunan postur pertahanan TNI lima tahun ke depan guna memperkuat daya tangkal dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

Freddy menambahkan, peningkatan jumlah dan kemampuan satuan TNI akan memperluas kemampuan proyeksi kekuatan di seluruh wilayah yurisdiksi nasional, terutama di kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Sebelumnya, Kemenko Polhukam menggelar rapat koordinasi nasional pada 29 Oktober 2025 untuk membahas arah pembangunan kekuatan TNI AD, AL, dan AU dalam kerangka RPJMN 2025–2029.

Baca Juga :  Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Kalimantan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Dalam siaran persnya, Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menyebut bahwa pembangunan kekuatan TNI akan dijalankan secara terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional.

Rencana penguatan tersebut meliputi:

TNI AD: Pembentukan 750 batalyon tempur, fokus di wilayah perbatasan Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur.

TNI AL: Pembentukan lima Koarmada, 15 Komando Daerah Maritim (Kodaeral), serta modernisasi kapal berbasis teknologi informasi.

TNI AU: Pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029 dan pengembangan satuan antariksa di bawah Kohanudnas.

*/ Editor :  Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus
Demo di Jakarta, Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan Di Tengah Pertambangan PT MMI
Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada
Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80
Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers
Dulu Mengejar Narasumber, Ditanya Wartawan Soal Motor Listrik Nanik S Deyang Malah Ngacir
Dinamika Politik Kian Sentral, SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:31 WITA

Penggeledahan Kasus Korupsi Memanas, Polda Metro Dijaga Ketat, TNI Amankan Rumah Jampidsus

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WITA

Ramai Ditangkap KPK, Jangan Salahkan Biaya Pilkada

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:00 WITA

Dewan Pertimbangan SMSI Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:58 WITA

Wali Kota Yamin Dianugerahi Sahabat Pers SMSI di Gedung Dewan Pers

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:31 WITA

Dulu Mengejar Narasumber, Ditanya Wartawan Soal Motor Listrik Nanik S Deyang Malah Ngacir

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights