WALHI Serukan #EndCoalNow dari Jembatan Barito: Deforestasi di Kalimantan Sudah di Titik Kritis

WALHI Serukan #EndCoalNow dari Jembatan Barito: Deforestasi di Kalimantan Sudah di Titik Kritis

- Redaksi

Selasa, 10 Juni 2025 - 00:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Tangkapan layar walhikalsel.or.id)

(Tangkapan layar walhikalsel.or.id)

BOMINDONESIA.COM, ALALAK– Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menggelar aksi simbolik di Jembatan Barito, Kalimantan Selatan, Minggu (1/6/2025).

Lewat aksi ini, WALHI menyerukan penghentian deforestasi dan aktivitas tambang batubara yang semakin memperparah krisis ekologis di Kalimantan.

Aksi ini tidak hanya memperingati momentum global, tapi juga menjadi cerminan kegentingan yang dihadapi Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito—salah satu bentang ekologis terpenting di Kalimantan—yang kini berada di ujung tanduk akibat ekspansi industri ekstraktif, terutama tambang batubara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap batang kayu yang tumbang untuk tambang batubara adalah simbol kegagalan negara dalam melindungi rakyat dan lingkungan hidupnya,” tegas Raden Rafiq, Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan melalui siaran pers yang dipublikasikan di laman resmi walhikalsel.or.id, Kamis (5/6/2025)

Baca Juga :  Warga Kalsel, Ormas Adat dan Walhi Tolak Pegunungan Meratus Jadi Taman Nasional

Dalam aksinya, WALHI membentangkan spanduk besar bertuliskan “Hentikan Deforestasi, Tambang Merusakan Hutan, Sungai dan Masa Depan Masyarakat Adat, Transisi Energi Sekarang, Save Meratus #EndCoalNow”.

Aksi dilanjutkan dengan susur Sungai Barito, menyusuri jalur tongkang batubara yang kini mengubah sungai menjadi jalan tol ekspor sumber daya alam.

Deforestasi: Ancaman Nyata untuk Kalimantan

Berdasarkan pemantauan WALHI dan laporan Auriga Nusantara, dalam dua tahun terakhir (2023–2024), Kalimantan mengalami lonjakan deforestasi yang mencolok:

Kalimantan Selatan: 16.067 hektar hutan hilang pada 2023.

Kalimantan Tengah: Lebih dari 63.000 hektar hutan lenyap pada 2023–2024.

Selain itu, WALHI Kalsel mencatat 399 ribu hektar lahan telah dibebani izin tambang, termasuk 356 ribu hektar kawasan karst yang seharusnya dilindungi.

Di Kalimantan Tengah, izin pertambangan telah merambah lebih dari 1 juta hektar, sebagian besar berada di kawasan DAS Barito.

Baca Juga :  SMSI Dorong Proses Hukum Direktur Pemberitaan JakTV

“Deforestasi tidak hanya menghancurkan hutan dan biodiversitas, tetapi juga memperparah krisis iklim dan menjadikan masyarakat adat sebagai korban.

Pemerintah bukan hanya gagal melindungi mereka, tapi justru lebih sering berpihak pada kepentingan korporasi,” kata Bayu Herinata, Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Tengah.

Jembatan Barito: Titik Aksi dan Simbol Perlawanan

Dipilihnya Jembatan Barito sebagai lokasi aksi bukan tanpa alasan. Selain menjadi penghubung penting antarprovinsi, jembatan ini membentang di atas Sungai Barito—sungai ikonik yang kini menghadapi tekanan hebat akibat eksploitasi besar-besaran.

Sungai yang dulu menjadi nadi kehidupan masyarakat kini lebih banyak melayani kepentingan industri batubara, dengan ratusan tongkang hilir-mudik setiap harinya.

WALHI menegaskan bahwa transisi energi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan mendesak.

Penulis/Editor: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka
Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel
FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar
Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan
Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
Peluncuran MBG di Pulau Laut Sigam, Pemkab Kotabaru Dorong Pemenuhan Gizi dan Penguatan Generasi Sehat

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:32 WITA

Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:20 WITA

Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WITA

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan

Senin, 25 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:48 WITA

Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights