2025, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Targetkan 900 Ribu Unit Mobil Terjual

2025, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Targetkan 900 Ribu Unit Mobil Terjual

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025 - 12:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran Mobil Nasional di Indonesia (foto:istimewa/bomindonesia)

Pameran Mobil Nasional di Indonesia (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Proyeksi penjualan mobil nasional ditarget mampu mencapai 900 ribu unit pada 2025.

Kukuh Kumara Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, proyeksi ini lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan mobil nasional pada tahun lalu yakni 865.723 unit untuk kategori wholesales (pabrik ke dealer) dan 889.680 unit untuk kategori ritel (dealer ke konsumen).

“Jadi, angka ini lebih tinggi ketimbang proyeksi penjualan mobil nasional versi revisi pada 2024 yaitu 850.000 unit,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengaku, optimisme ini mencuat mengingat adanya kabar bahwa 25 provinsi memutuskan untuk menunda implementasi opsen pajak untuk kendaraan bermotor pada 2025.

Baca Juga :  Mengapa Bitcoin Semakin Populer?

Hanya saja ia tidak merinci nama-nama provinsi yang menunda kebijakan opsen pajak. Namun, dalam paparan Gaikindo, ada beberapa provinsi yang memberi insentif opsen, sehingga besaran pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) tidak mengalami perubahan untuk sementara waktu.

Di antaranya adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kepulauan Riau, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Opsen pajak juga tidak diberlakukan di Jakarta.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Semua Laga di Seri A Ditunda

Kebijakan opsen pajak memang menjadi salah satu tantangan utama bagi industri otomotif tahun ini. “Jika opsen pajak berlaku di semua provinsi, penjualan mobil nasional bisa turun seperti masa pandemi Covid-19 dan sulit untuk bangkit kembali,” ujarnyaa dalam diskusi bersama Forum Wartawan Industri (Forwin), Rabu (14/1/2025).

Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang turut menyasar kendaraan roda empat juga menjadi tantangan bagi industri otomotif pada 2025. “Dampaknya tidak semasif opsen pajak. Ini mengingat, beban kenaikan PPN masih bisa diminimalisasi jika konsumen membeli mobil dengan skema cicilan,” imbuhnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri
Vincent Gonadi Ahlinya Konsultan Bisnis yang Ekspert dan Profesional
Run dan Fun Walk Ramaikan HUT ke-20 Tahun Senwell Family di Banjar
Ditopang Modal Usaha KUR BRI, Pedagang Kecil di Banjarmasin Berhasil Tingkatkan Taraf Ekonomi Keluarga
BTN Luncurkan Layanan Digital yang Permudah Mendapatkan KPR

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00 WITA

Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:28 WITA

Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

Senin, 1 Juni 2026 - 00:46 WITA

Vincent Gonadi Ahlinya Konsultan Bisnis yang Ekspert dan Profesional

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights