Andai Jendela tidak Terbuka, tak Akan Ada Lagu Tears in Heaven – bomindonesia.com

Andai Jendela tidak Terbuka, tak Akan Ada Lagu Tears in Heaven

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, LONDON – Dunia mengenalnya sebagai dewa gitar, seorang legenda rock and roll yang tak tergantikan. Namun, pada tahun 1991, Eric Clapton bukanlah seorang bintang—melainkan seorang ayah yang patah hati.

Pada 20 Maret 1991, tragedi mengguncang hidup Clapton. Putra kecilnya, Conor Clapton yang baru berusia empat tahun, terjatuh dari lantai 53 sebuah apartemen di New York. Satu jendela yang dibiarkan terbuka oleh petugas kebersihan menjadi awal dari duka yang mendalam.

Eric Clapton kehilangan segalanya dalam sekejap. Ia menghilang dari panggung, meninggalkan gitarnya, dan menutup diri dari dunia. Kesedihan membungkam musiknya—hingga sembilan bulan kemudian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diunggah akun @arsip.peristiwa, Clapton menulis lagu Tears in Heaven, bukan sebagai proyek komersial, tetapi sebagai bisikan terakhir seorang ayah kepada anaknya. Lagu itu adalah terapi, doa, dan tangisan yang disalurkan melalui senar gitarnya.

“Would you know my name, if I saw you in heaven?
“Would it be the same, if I saw you in heaven?”

Dirilis pada 1992, lagu itu memenangi tiga Grammy Awards dan mengguncang dunia dengan kesederhanaan dan ketulusannya. Tears in Heaven bukan sekadar musik—melainkan sebuah perwujudan kehilangan dan cinta tanpa akhir.

Beberapa tahun kemudian, Clapton berhenti membawakan lagu itu secara langsung. Ia berkata, lukanya telah pulih, dan lagu itu telah menjalankan fungsinya.

Kini, setiap kali lagu Tears in Heaven terdengar, dunia teringat bahwa musik paling indah sering lahir dari rasa sakit terdalam. Dan jika hari itu jendela tak terbuka, mungkin dunia tak akan pernah tahu, betapa dalam cinta seorang ayah kepada anaknya.

*/ Editor :  Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan
Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia
Legenda Rock Indonesia-Malaysia Bergema di Station Corner, Ervin Edane dan Connie Dio Hipnotis Pecinta Musik
Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia
BlackStone Luncurkan Mini Album “Suara Dunia Karya Kita”, Connie Dio dan Legenda Rock Banua Satu Panggung
Ribuan Warga Padati Bundaran Besar Palangka Raya, Pasha Ungu Guncang Huma Betang Night
Penutupan Police Expo 2026 Meriah, Tim Mobile Legends Polres Tanah Bumbu Melaju ke Kapolri Cup 2026
CFD Banjarmasin Makin Meriah, Pasar Murah Polda Kalsel Diserbu Warga

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:04 WITA

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Gang Buntu Grogol Selatan Rayakan Kemerdekaan dengan Penuh Kekompakan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WITA

Voice of Baceprot Ukir Sejarah di Copenhell 2026, Harumkan Nama Indonesia di Panggung Metal Dunia

Senin, 27 Juli 2026 - 01:17 WITA

Legenda Rock Indonesia-Malaysia Bergema di Station Corner, Ervin Edane dan Connie Dio Hipnotis Pecinta Musik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 23:09 WITA

Mengenang Tjahyo Wisanggeni, Putra Mantan Jaksa Agung yang Menjadi Shredder Legendaris Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 - 02:48 WITA

BlackStone Luncurkan Mini Album “Suara Dunia Karya Kita”, Connie Dio dan Legenda Rock Banua Satu Panggung

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights