‘Antisocial’ Menggema, Anthrax Tutup Jogjarockarta 2025 dengan Ledakan Energi di Tengah Ribuan Metalhead”

‘Antisocial’ Menggema, Anthrax Tutup Jogjarockarta 2025 dengan Ledakan Energi di Tengah Ribuan Metalhead”

- Redaksi

Senin, 8 Desember 2025 - 12:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, YOGYAKARTA–Malam puncak Jogjarockarta 2025 mencapai klimaks spektakuler ketika Anthrax, salah satu dari The Big Four thrash metal dunia, menutup gelaran hari kedua tepat pukul 24.00 WIB, Minggu (7/12/2025)

Ribuan metalhead yang memadati arena sontak bergemuruh ketika riff bertenaga dibuka dengan nomor-nomor klasik seperti “Be All, End All”, “I Am the Law”, “NFL”, hingga “For the King” dan lainnya.

Puncak histeria terjadi ketika dua nomor yang selalu dinantikan—“Antisocial” dan “Indians”—menggema keras sebagai pamungkas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa yang sebelumnya sudah memanas semakin liar meneriakkan “more! more!” sebelum akhirnya Anthrax menutup malam dengan energi yang tak menunjukkan usia mereka yang kini tak lagi muda.

The Hu dan Loudness Hangatkan Malam Jelang Puncak

Sebelum Anthrax naik panggung, atmosfer sudah panas oleh aksi unit veteran Jepang Loudness, yang membakar penonton lewat tembang-tembang wajib seperti “Crazy Nights”, “Crazy Doctor”, “In The Mirror”, “So Lonely”, hingga “SDI”.

Baca Juga :  Puniadewi SE, S.Kom, Ak, M.Kom Resmi Dilantik Sebagai Ketua Bidang 9 UMKM HIPMI

Disusul kemudian The Hu dari Mongolia yang menyuguhkan racikan folk–metal dengan instrumen tradisional khas.

Aksi lawas, panggung megah, dan sound yang solid membuat ribuan penonton yang datang dari berbagai daerah enggan beranjak meski waktu terus mendekati tengah malam.

Panggung Sore Dikuasai Band Nasional

Sejak sore, panggung telah dipanaskan band-band nasional yang tampil penuh intensitas.

Tampil jelang senja setelah dua grup sebelum nya , In Flame Lamentation memulai kekacauan positif lewat tembang keras yang memicu ritual wall of death, tradisi khas penonton death metal di mana massa terbelah dan berlari saling tubruk saat musik menghantam klimaks.

Setelah itu giliran Usman n The Black Stone tampil dengan deretan lagu penuh kritik sosial yang disambut headbanging para penonton.

Metal Head Banua yang kelelahan usai konser (atas) dan Metal Head Kalteng yang dipimpin Roxas Yohanes (bawah ) Foto kolase Mercy

Metalhead Banua dan Kalteng Meriahkan Barisan Depan

Euforia Jogjarockarta 2025 tak lepas dari kehadiran para metalhead Kalimantan yang datang langsung ke Yogyakarta.

Baca Juga :  Layanan Pos dan Bantuan Sosial Kini Lebih Dekat, 92 KCP LPU Baru Resmi Beroperasi

H Sahsada Bakti, metalhead asal Banjarmasin yang datang bersama istrinya, mengaku sangat bahagia bisa kembali menyaksikan Anthrax.

“Bertahun silam saya sudah menonton mereka di Ancol. Gila… masih tetap segar dan energik, tak lapuk dimakan usia,” ujar pekerja swasta itu sambil menunjukkan kaos Anthrax yang ia kenakan malam itu.

Syamsu, bassist terbaik Banua era 90-an yang kini bekerja di sektor swasta, juga merasakan nostalgia luar biasa.

“Kita hidup di era mereka. Malam ini seperti kembali ke masa muda. Anthrax tetap gila meski umur tak lagi muda,” ujarnya sambil tertawa puas.

Dari Kalimantan Tengah, Roxas Yohanes juga menyempatkan terbang pagi-pagi demi tidak kehilangan momen.

“Beruntung sekali bisa hadir di event terakhir Jogjarockarta.

Sejak 2018 mereka sudah menghadirkan Scorpions, Megadeth, Whitesnake, Extreme… dan sekarang Anthrax dan Loudness. Ini sejarah,” katanya usai konser .

Penulis/Editor :Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serock Band Batu Licin Curi Perhatian di Anniversary KPMRM ke-15
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan
Legenda Rock Banua Bersatu di BlackStone, Guncang Duta Mall dengan Lagu God Bless hingga Dream Theater
Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Video Perwira Polisi Viral Merokok Sambil Mengemudi, Polda Kalsel Sampaikan Permintaan Maaf
Arya Setiawan Mulai Dampingi Perkara di Mabes Polri, Ikuti Jejak Fauzan Ramon
Empat Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Aksi Terekam CCTV

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:13 WITA

Serock Band Batu Licin Curi Perhatian di Anniversary KPMRM ke-15

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:36 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:50 WITA

Legenda Rock Banua Bersatu di BlackStone, Guncang Duta Mall dengan Lagu God Bless hingga Dream Theater

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:47 WITA

Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan

Senin, 11 Mei 2026 - 07:17 WITA

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights