Api Perang Narasi “Pesta Babi”

Api Perang Narasi “Pesta Babi”

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 05:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM,
Di tengah panasnya perdebatan soal film dokumenter Pesta Babi, publik Indonesia kembali diperlihatkan bagaimana sebuah karya visual bisa berubah menjadi arena pertarungan narasi yang jauh lebih besar daripada film itu sendiri. (Tulis miring )

Awalnya, film ini hadir dengan membawa isu masyarakat adat, hutan Papua, proyek strategis nasional, hingga suara-suara yang disebut selama ini jarang mendapat ruang.

Namun seiring viralnya film tersebut, arah diskusi berubah cepat.
Ia tak lagi sekadar berbicara tentang lingkungan atau agraria, tetapi melebar menjadi perdebatan soal politik, keamanan, propaganda, bahkan dugaan pembentukan opini internasional mengenai Papua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian pihak memandang film itu sebagai bentuk kritik sosial yang sah dalam negara demokrasi.

Kritik dianggap penting agar pembangunan tidak mengabaikan masyarakat adat dan keseimbangan alam.

Namun di sisi lain, muncul pula kekhawatiran bahwa narasi yang dibangun bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperkeruh situasi Papua di mata dunia.

Baca Juga :  Kapal Calon Gubernur Maluku Utara Benny Laos Meledak saat Isi BBM di Taliabu

Kontroversi makin rumit ketika sejumlah kegiatan nonton bareng dibubarkan, lalu muncul pengakuan salah satu tokoh adat yang disebut tampil dalam film merasa keberatan dan meminta narasi yang menyeret dirinya dihentikan.

Di titik inilah publik mulai bertanya: apakah ini murni dokumenter, kritik sosial, atau sudah masuk wilayah perang opini?

Di era media sosial, batas antara fakta, persepsi, dan emosi memang semakin tipis.

Sebuah potongan video bisa menjadi senjata propaganda.
Sebuah film bisa berubah menjadi alat mobilisasi opini.

Bahkan larangan dan pembubaran sering kali justru membuat rasa penasaran publik semakin besar.

Papua sendiri selama bertahun-tahun memang menjadi ruang yang sensitif. Di sana ada persoalan pembangunan, sejarah panjang konflik, ketimpangan, kepentingan ekonomi, hingga perebutan pengaruh geopolitik global.

Karena itu, setiap narasi yang muncul hampir pasti akan memancing reaksi keras dari berbagai pihak.

Baca Juga :  Perkelahian Brutal di Tembus Mantuil, Pelaku Ungkap Alasan di Balik Duel Maut dengan Imi Kobra

Yang patut dijaga adalah agar perdebatan tidak berubah menjadi kebencian.

Kritik boleh berjalan, negara juga punya hak menjaga stabilitas, tetapi ruang dialog tetap harus terbuka agar masyarakat tidak hanya dijejali satu sudut pandang.

Sebab ketika semua pihak terlalu sibuk memenangkan narasi, kebenaran sering kali justru tertinggal di tengah jalan.

Dan pada akhirnya, babi tetaplah babi — hewan yang lebih sering berjalan sambil menunduk ke tanah, sibuk mencari makan, dengan dengusan dan pekikan gaduh ketika merasa sakit atau takut, tanpa peduli manusia di sekelilingnya sedang ribut soal ideologi, politik, maupun perang narasi.

Semoga akal sehat kita tetap terjaga, tidak mudah terpecah oleh gaduhnya opini, dan tidak kehilangan persaudaraan hanya karena perbedaan sudut pandang.

Mercurius

(Penulis wartawan bomindonesia.com)

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi
Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti
Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat
Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman
Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A
Fraksi PKB DPRD Murung Raya Dorong Raperda Penataan Perangkat Daerah Berjalan Efektif dan Efesien
Kunjungan PB FASI Jadi Momentum Promosi Wisata Dan Dorong Pengembangan Olahraga Dirgantara Kotabaru
Welcome, Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:31 WITA

Murung Raya Raih Penghargaan Nasional KPI 2026, Komitmen Pendidikan Tuai Apresiasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:55 WITA

Kapolri Lakukan Mutasi Besar di Polda Kalteng, Enam Pejabat Utama dan Lima Kapolres Berganti

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:05 WITA

Murung Raya Juara Umum MTQ VIII KORPRI Kalteng 2026, Dina Maulidah: Ini Kemenangan Seluruh Masyarakat

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:08 WITA

Jelang Tur Dunia, Jon Bon Jovi Saksikan Kemenangan Bersejarah Ekuador atas Jerman

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:47 WITA

Fraksi PDIP Dukung Penguatan Status BPBD Murung Raya jadi Perangkat Daerah Tipe A

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:29 WITA

Verified by MonsterInsights