BOMINDONESIA.COM–
Di tengah derasnya pemberitaan korupsi, polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bernilai triliunan rupiah, nilai tukar rupiah yang belum sepenuhnya stabil, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap nasib bahan bakar yang masih terjangkau, ada satu kabar yang setidaknya mampu membuat rakyat menarik napas sedikit lebih lega: Piala Dunia 2026 akhirnya tiba.
Turnamen sepak bola terbesar di planet ini resmi digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Edisi kali ini juga menjadi yang terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan 104 pertandingan.
Bagi sebagian orang, Piala Dunia memang tidak akan menurunkan harga sembako.
Tidak pula langsung memperbaiki ekonomi keluarga.
Namun sepak bola selalu memiliki kekuatan yang sulit dijelaskan oleh angka-angka ekonomi.
Di warung kopi, di pos ronda, di teras rumah, hingga di kafe-kafe sederhana, orang-orang yang biasanya berbeda pandangan politik mendadak duduk satu meja membahas peluang Argentina, Brasil, Prancis, Spanyol, Portugal, Jerman atau Inggris.
Komentator dadakan bermunculan. Pelatih dadakan lahir di setiap sudut kampung.
Selama sebulan ke depan, rakyat setidaknya memiliki hiburan bersama.
Dalam berbagai literatur psikologi, hiburan, interaksi sosial, tertawa, dan aktivitas yang menyenangkan memang dapat membantu mengurangi tingkat stres serta ketegangan mental akibat tekanan kehidupan sehari-hari.
Dan Piala Dunia selalu menyediakan semua itu sekaligus.
Magnet Piala Dunia memang luar biasa. Dalam sejarahnya, turnamen ini bahkan pernah menjadi simbol perdamaian dan mampu menghentikan ketegangan sosial untuk sementara waktu di berbagai belahan dunia.
Ketika bola mulai bergulir, perhatian miliaran manusia seakan tertuju ke lapangan yang sama.
Tahun ini, laga pembuka mempertemukan Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, Mexico City.
Karena perbedaan waktu, masyarakat Indonesia akan menyaksikannya pada dini hari.
Memang bukan waktu yang ideal. Banyak yang harus bekerja pagi harinya.
Namun itulah Piala Dunia. Saat negara-negara besar mulai bertanding, jutaan pasang mata tetap akan terjaga, baik melalui televisi, layar ponsel, maupun nobar di warung-warung kopi.
Dan ketika nama-nama besar seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Kylian Mbappé, Lamine Yamal dan para bintang lainnya mulai beraksi, dunia akan kembali berhenti sejenak untuk menyaksikan si kulit bundar.
Selamat datang Piala Dunia 2026.
Terima kasih karena, setidaknya untuk sementara, Anda memberi rakyat alasan untuk tersenyum, berdebat sehat, dan melupakan penat kehidupan sehari-hari.
Welcome, World Cup 2026. ⚽🌎🏆
Mercurius
(Penulis wartawan bomindonesia.com)












