Bisnis di Area Central Business District Cukup Stabil

Bisnis di Area Central Business District Cukup Stabil

- Redaksi

Selasa, 29 Oktober 2024 - 18:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tingkat Hunian di Kawasan Perkantoran CBD Jakarta Masih Stabil (foto:istimewa)

Tingkat Hunian di Kawasan Perkantoran CBD Jakarta Masih Stabil (foto:istimewa)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – JLL Indonesia, perusahaan jasa profesional manajemen properti dan investasi menyebut, bisnis perkantoran di area central business district (CBD) Jakarta masih cukup stabil. Yunus Karim Head of Research JLL Indonesia mengatakan, tingkat hunian atau okupansi gedung perkantoran ada di tingkat 70%.

“Di kuartal III 2024, pertumbuhan okupansi gedung perkantoran di kawasan CBD Jakarta masih stabil di 70%. Gedung perkantoran premium juga meningkat okupansinya menjadi 73%. Ini tren yang cukup sehat bagi perkantoran premium sejak awal 2023,” kata Yunus dalam sesi Jakarta Property Market Review kuartal III 2024 di Jakarta, Selasa (29/10/2024).

Yunus melanjutkan, pertumbuhan okupansi gedung perkantoran premium ini didorong flight to quality atau permintaan market untuk mencari kualitas gedung yang baik dengan harga kompetitif. Walau masih menghadapi tantangan untuk efisiensi biaya dan strategi impelementasi tempat kerja baru, hal ini merupakan hal yang positif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun tingkat serapan terbesar ada di Jakarta Selatan. Head of Office Leasing Advisory JLL Indonesia Angela Wibawa menuturkan pertumbuhan harga sewa gedung perkantoran grade A, khususnya yang premium, naik tipis 0,7% dibandingkan kuartal II 2024.

Baca Juga :  Ombudsman RI: Potensi Nilai Kerugian Tata Kelola Industri Kelapa Sawit Capai Rp279,1 Triliun per Tahun

“Hal tersebut menandai pemulihan penting dalam bisnis penyewaan kantor. Ini merupakan titik balik harga sewa menjadi positif sejak pertengahan tahun 2015,”  kata Angela.

Asal tahu saja, per kuartal III 2024 biaya sewa gedung perkantoran premium di kawasan CBD Jakarta mencapai Rp 199.364 per meter persegi. JLL Indonesia berharap momentum ini dapat terjaga dan harga rental dapat naik secara gradual sehingga pihak penyewa (landlords) dapat naikkan harga sewa.

Namun, lanjut Yunus, sepanjang 2024, harga sewa perkantoran memang masih tertekan, terutama pada dua kuartal pertama di tahun 2024. Ke depannya, JLL Indonesia menilai perpindahan kantor ke gedung kantor berkualitas akan terus meningkat.

Hingga akhir kuartal III 2024, JLL Indonesia tidak menemukan adanya pembangunan gedung perkantoran baru di kawasan CBD Jakarta. Gedung Luminary Tower telah selesai dibangun di kuartal sebelumnya dan menjadi satu-satunya proyek perkantoran di sepanjang 2024 di area CBD Jakarta.

Sementara untuk gedung perkantoran non-CBD di kawasan Jakarta, JLL Indonesia juga masih melihat tren yang cukup stabil dengan okupansi di level 71%.

Baca Juga :  Super Air Jet Perluas Jaringan dengan Rute Pontianak-Banjarmasin-Lombok

“Kami memantau dari masing-masing wilayah administratif Jakarta Utara, Selatan, Barat, hingga Pusat, dan aktivitas di Jakarta Selatan masih mendominasi di kawasan TB. Simatupang. Kawasan ini diminati para tenant dan didominasi perkantoran dari sektor migas,” kata Yunus.

JLL Indonesia juga tidak mencatat adanya suplai gedung perkantoran baru di lokasi non-CBD di kuartal III 2024. Sepanjang 2024, kira-kira 126.000 meter persegi lahan perkantoran akan tersedia, terutama setelah pembangunan Menara Jakarta dan TJS Hub. Per meter persegi, biaya sewa lahan kantor di kawasan non-CBD ini sebesar Rp 103.074 per meter persegi.

Yunus menyebutkan harga sewa gedung perkantoran di kawasan non-CBD Jakarta masih cenderung tidak stabil namun memiliki kualitas yang baik. Hal ini membuat penyewa gedung menahan harga alias menawarkan harga kompetitif, terutama bagi yang masih memiiki okupansi di bawah rata-rata.

“Secara umum, tren pasar gedung perkantoran di kawasan non-CBD Jakarta masih sama dengan kawasan CBD dengan gedung yang lebih baik dan tingkat pertumbuhan demand yang lebih baik seiring dengan strategi efisiensi biaya perusahaan juga,” imbuhnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi
Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan
Nilai Ekonomi Digital Harus Berputar di Dalam Negeri

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:33 WITA

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:00 WITA

Dukung UMKM Melalui Kerja Sama KUR, Jamkrida Kalsel dan Bank Kalsel

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:32 WITA

Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Kampus dan Pendidikan

Ribuan Warga Antusias Ikuti Jalan Santai Meriahkan Ulang tahun ke-45 UNISKA

Minggu, 12 Jul 2026 - 18:08 WITA

Reses Anggota DPRD Kota Banjarmasin Saut Nathan Samosir di Dapil Banjarmasin Barat

Rupa

Terungkap Pelayanan Puskesmas Lambat di Reses Saut Samosir

Minggu, 12 Jul 2026 - 17:32 WITA

Verified by MonsterInsights