BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Gedung Rektorat Univesitas Lambung Mangkurat (ULM) terbakar. Sebuah ruangan transit akademik hangus terbakar termasuk data-data penting di dalamnya, Senin (27/7/2025).
Musibah ini pun mengundang tandanya publik di tengah masih bergulirnya isu hangat sindikat guru besar.
Wakil Rektor l Dr Iwan Aflanie, menyampaikan bahwa yang terbakar adalah ruangan transit akademik, dan Kemahasiswaan karena ruangan sedang ada renovasi.
Sebelumnya, ruangan itu digunakan Biro Umum, Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian,
Karena Renovasi bertahap di ULM
Ruangan transit itu sudah sepekan ini digunakan, akademik. Meskipun kebakaran yang menghabiskan satu ruangan namun ruangan lainnya tidak berdampak.
Iwan pun menyampaikan bahwa banyak berkas data yang ikut hangus terbakar, termasuk komputer dan benda lainnya.

“Banyak berkas yang terbakar termasuk komputer juga hangus. Tadi saya juga ikut membersihkan hingga pakaian saya basah,” ujarnya.
Ditanya terkait kasus sindikat guru besar yang masih hangat dibicarakan, apakah ada kaitannya dengan kebakaran itu? Iwan enggan bicara dan ia meminta agar hal itu ditanyakan kepada yang berwajib.
Benar saja, sekarang ini aparat kepolisian sedang melakukan pemeriksaan dan memasang garis polisi. Gedung Rektorat pun tidak bisa digunakan.
“Yah kalo soal itu saya no koment,” katanya.
Iwan melanjutkan, hangusnya ruangan itu memaksa pihaknya untuk mencari ruangan agar aktivitas akademik terus berjalan, karena ruangan kondisi ruangan tidak memungkinkan. Jadi pihaknya pun menggunakan gedung Pascasarjana dan Gedung Fisip.
Kondisi ini pun bahwa pihaknya segera merapatkannya bersama rektor dan pejabat lainnya.
“Sementara ini kami menggunakan gedung Pascasarjana dan Gedung Fisip. Sembari perbaikan gedung,” tutupnya
Menurut warga sekitar, kebakaran Gedung Rektorat terjadi sekitar pukul 6.30 Wita. Bermula dari kepulan asap yang keluar dari salah satu ruangan gedung.
Tak lama itu barisan pemadam kebakaran yang datang dari berbagai arah sigap memadamkan api. 30 menit setelah itu api sudah dapat dikuasai.
Penulis : Hamdani














