BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN- Aneka masakan maupun jajanan di Pasar Wadai dipastikan aman dan halal untuk dikonsumsi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Banjarmasin pun melakukan pemeriksaan sampel makanan dan minuman di Pasar Wadai Ramadan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan jajanan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan rutin selama Ramadan guna memberikan perlindungan kepada masyarakat di tengah meningkatnya produksi dan penjualan pangan.
Sampel yang diuji meliputi kue basah, mie habang, bakso goreng, gulali, manisan buah, serta minuman es berwarna cerah. Pengujian difokuskan pada deteksi kandungan boraks, pewarna tekstil, dan pemanis buatan yang tidak sesuai standar keamanan pangan. Dari hasil pemeriksaan terhadap 10 sampel makanan dan minuman, seluruhnya dinyatakan aman dan tidak mengandung zat berbahaya.
Ketua Tim Pokja Kesehatan Lingkungan Kerja dan Olahraga Dinkes Banjarmasin, Umi Kalsum, mengatakan pengawasan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penggunaan bahan berbahaya di tengah tingginya permintaan selama Ramadan.
“Bulan Ramadan identik dengan lonjakan produksi dan penjualan, karena itu kami turun langsung melakukan pengawasan agar tidak ada kandungan bahan berbahaya yang digunakan. Alhamdulillah dari beberapa yang kami periksa hasilnya tidak ditemukan boraks, pewarna tekstil, dan pemanis buatan yang melanggar ketentuan,” ujarnya, baisukan Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh sampel negatif dari zat berbahaya menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berburu takjil dan jajanan berbuka puasa.
Meski demikian, pihaknya menegaskan pengawasan tidak berhenti pada satu kali pemeriksaan. Dinkes bersama Labkesda akan terus melakukan pemantauan selama Festival Pasar Wadai Ramadan berlangsung.
“Pengawasan tidak berhenti hari ini. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih jajanan berbuka puasa. Konsumen diminta memperhatikan warna makanan yang terlalu mencolok atau tekstur yang tidak wajar sebagai langkah awal menghindari risiko pangan berbahaya.
Selain itu, para pedagang diharapkan terus menjaga kualitas dan higienitas pengolahan makanan sesuai standar keamanan pangan.
“Diharapkan para pedagang dapat terus mempertahankan pengolahan pangan yang higienis dan sesuai standar sehingga masyarakat dapat menikmati sajian dalam kondisi aman dan nyaman,” pungkasnya.












