Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Panen Padi Apung – bomindonesia.com

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Panen Padi Apung

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025 - 16:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Panen Padi Apung

Dorong pengembangan perekonomian daerah melalui implementasi ekosistem budi daya padi apung

BOMINDONESIA.COM, HULU SUNGAI SELATAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pengembangan perekonomian daerah melalui implementasi ekosistem budi daya padi apung yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung swasembada pangan di Kalimantan Selatan.

Demikian disampaikan Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo dalam kegiatan panen perdana padi apung di desa Siang Gantung, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Rabu (30/4/2025).

Kegiatan ini merupakan bukti komitmen dan dukungan OJK bersama Industri Jasa Keuangan untuk mengakselerasi pengembangan budi daya padi apung di Kalimantan Selatan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, offtaker dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbicara soal akses keuangan, tentu tak lepas dari peran Industri Jasa Keuangan dan regulator. OJK memiliki peran yang strategis dalam mendorong optimalisasi peran Industri Jasa Keuangan sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan,” ujar Agus Maiyo.

Pengembangan ekonomi daerah melalui implementasi budi daya padi apung dilaksanakan di dua lokasi, yaitu desa Muning dan desa Siang Gantung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Program ini sebagai wujud mendukung swasembada pangan yang merupakan salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Harapannya, sistem ini dapat menjadi sumber ekonomi baru dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Potensi dan Tantangan

Berdasarkan data BPS Provinsi Kalimantan Selatan dalam lima tahun terakhir, terlihat  bahwa luas panen dan produksi padi meningkat pesat di tahun 2023 dan 2024. Hal ini menunjukkan bahwa potensi produksi padi di Kalimantan Selatan yang masih dapat dioptimalisasi. Metode budi daya padi apung dapat menjadi salah satu inovasi untuk mendukung hal tersebut.

Sementara itu, untuk dapat melaksanakan metode ini secara masif, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, yaitu biaya implementasi yang tinggi, perawatan dan penyimpanan media tanam yang memerlukan perlakuan khusus, serta partisipasi masyarakat, khususnya para petani.

Penulis : ST Ranadhani

Editor : Afdiannoor

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKBWKT ke-37 di Tala Selesai, Banjarmasin Puas Dengan Tropi Kedua Setelah HSS
Jelang Rakor Desember, SMSI Kalsel Dorong Konsolidasi dan Kejar Target Program
Gubernur Muhidin Bersama Forkopimda Turun Langsung Pedamkan Karhutla di Pengayuan
Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Pengembangan dan Pemasangan Jaringan Listrik PLN
Warga Rantau Bakula Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Depan Gerbang PT MMI
Banjarmasin Minta Solusi Sampaikan Keluhan Listrik Langsung ke PLN Pusat
Jamu PWI Kalsel, PWI Kalteng Tahan Imbang 5-5 di Laga Uji Tanding Mini Soccer
Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:17 WITA

KKBWKT ke-37 di Tala Selesai, Banjarmasin Puas Dengan Tropi Kedua Setelah HSS

Selasa, 15 September 2026 - 19:46 WITA

Jelang Rakor Desember, SMSI Kalsel Dorong Konsolidasi dan Kejar Target Program

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:36 WITA

Gubernur Muhidin Bersama Forkopimda Turun Langsung Pedamkan Karhutla di Pengayuan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 05:57 WITA

Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Pengembangan dan Pemasangan Jaringan Listrik PLN

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:17 WITA

Warga Rantau Bakula Gelar Aksi Damai dan Istighosah di Depan Gerbang PT MMI

Berita Terbaru

Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Banjarmasin Bungas

Data yang Tepat, Kebijakan Lebih Tepat Sasaran

Kamis, 8 Okt 2026 - 19:30 WITA

Verified by MonsterInsights