BOMINDONESIA.COM, PURUK CAHU – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus, secara resmi melepas sebanyak 225 kontingen untuk mengikuti Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026 di Palangka Raya.
Kegiatan pelepasan dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Murung Raya, Rabu (13/5/2026), dan turut dihadiri Wakil Bupati Rahmanto Muhiddin, Ketua TP PKK Murung Raya Warnita Heriyus, Wakil Ketua I DPRD Mura Dina Maulidah, unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menegaskan bahwa keikutsertaan kontingen Murung Raya dalam FBIM bukan semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ajang menunjukkan semangat juang, disiplin, sportivitas, dan kekompakan daerah.
“Keberangkatan ini bukan hanya soal meraih kemenangan, tetapi bagaimana kita menunjukkan semangat juang, disiplin, dan kerja keras yang menjadi ciri khas masyarakat Murung Raya,” ujar Heriyus.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik daerah serta menjunjung tinggi sikap sportif selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah memberikan yang terbaik dan berjuang sepenuh hati,” tegasnya.
Selain itu, Heriyus turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, official, dan pendamping yang telah membina serta mempersiapkan para peserta sebelum mengikuti festival budaya tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Murung Raya, Putu Suranta, menjelaskan bahwa kegiatan FBIM berlangsung selama tujuh hari, mulai 17 hingga 23 Mei 2026 di Palangka Raya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempererat kebersamaan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam melestarikan seni, budaya, olahraga tradisional, serta potensi pariwisata Kalimantan Tengah.
“FBIM juga menjadi wadah bagi para seniman dan masyarakat untuk menampilkan kreativitas serta kearifan budaya lokal khas daerah masing-masing,” jelas Putu.
Adapun cabang lomba yang diikuti kontingen Murung Raya sebanyak 12 kategori, di antaranya karnaval budaya, parade tari kreasi, jagau dan bawi nyai, tradisi lisan, sepak sawit, balogo, bagasing, manyipet atau menyumpit, hingga manjawet uwei.
Panitia provinsi juga menyediakan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan bagi para pemenang lomba.
Penulis : Maya
Editor : Mercurius












