BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Laju pertumbuhan kredit perbankan nasional melambat signifikan. Per Maret 2025, outstanding kredit naik 9,16% secara tahunan, turun dari 10,3% pada Februari. Ini menjadi pertumbuhan terlemah sejak Oktober 2023, di mana saat itu kredit tumbuh 8% secara tahunan.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut, perlambatan tersebut disebabkan banyak faktor, tapi pelemahan permintaan merupakan penyebab utamanya. Maklum, sektor-sektor tertentu terkena dampak sentimen global, terutama kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
Ia masih optimistis ada sektor yang bisa menopang penyaluran kredit tahun ini bisa tumbuh dua digit, seperti sektor industri, pertambangan, dan jasa sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hanya saja, laju pertumbuhan kredit diperkirakan akan berada di batas bawah target BI. “Kecenderungan beberapa assesment menunjukkan risiko pertumbuhan kredit 2025 akan menuju ke batas bawah kisaran 11%-13%,” ujar Perry, Rabu (23/4/2025).












