Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26

Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26

- Redaksi

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adira Finance

Adira Finance

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Di tengah tekanan ekonomi global yang meningkat pada awal 2026, kinerja Adira Finance justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Perusahaan pembiayaan ini membukukan laba bersih sebesar Rp484 miliar pada kuartal I-2026 atau naik 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut tercapai saat perekonomian global menghadapi ketidakpastian akibat eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan mengganggu rantai pasok. International Monetary Fund bahkan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3,1 persen, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,3 persen.

Tekanan eksternal tersebut berpotensi memicu imported inflation dan menekan nilai tukar rupiah. Namun, perekonomian domestik Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 diperkirakan berada di kisaran 5,5 persen, ditopang permintaan domestik yang tetap kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi tersebut, industri otomotif nasional tumbuh moderat. Penjualan sepeda motor baru secara ritel meningkat 8 persen menjadi 1,7 juta unit. Sementara itu, penjualan mobil baru hanya naik tipis 1 persen menjadi sekitar 212 ribu unit, seiring melemahnya permintaan pada segmen kendaraan penumpang.

Baca Juga :  Dalam Dua Jam, Program GPM Ditreskrimsus Polda Kalsel Habiskan 6,2 Ton Beras

Di tengah kondisi industri yang cenderung melambat, Adira Finance justru mencatat lonjakan penyaluran pembiayaan baru. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, pembiayaan baru mencapai Rp11,9 triliun atau tumbuh 52 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh segmen, baik otomotif maupun non-otomotif.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menangkap peluang pasar secara selektif. Fokus pada pertumbuhan berkualitas dinilai menjadi kunci di tengah dinamika ekonomi.

Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total piutang pembiayaan meningkat 18 persen menjadi Rp64,7 triliun. Jaringan operasional perusahaan juga diperluas hingga mencapai 879 unit, termasuk kantor cabang dan jaringan satelit di berbagai wilayah Indonesia. Pada saat yang sama, jumlah pelanggan aktif naik dari 2,0 juta menjadi 2,6 juta nasabah.

Dari sisi pendapatan, perusahaan mencatatkan total pendapatan sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 7 persen secara tahunan. Sementara itu, beban penyisihan penurunan nilai turun 7 persen menjadi sekitar Rp635 miliar. Penurunan ini menunjukkan pengelolaan risiko yang lebih disiplin serta kualitas portofolio yang tetap terjaga.

Baca Juga :  Pelemahan Daya Beli Masyarakat Berdampak Penurunan Penjualan Mobil

Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menilai kinerja tersebut mencerminkan keseimbangan antara ekspansi bisnis dan manajemen risiko. Hal itu terlihat dari rasio Non-Performing Financing (NPF) gross yang menurun menjadi 1,9 persen pada Maret 2026, dibandingkan 2,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski beban usaha masih mengalami peningkatan, laju kenaikannya relatif terkendali. Kondisi ini memungkinkan perusahaan menjaga profitabilitas di tengah tekanan eksternal dan moderasi industri.

Ke depan, Adira Finance berencana mempertahankan momentum pertumbuhan melalui penguatan kualitas portofolio, peningkatan hubungan dengan pelanggan dan mitra bisnis, serta efisiensi biaya operasional. Strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tahan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?
Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat
FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
BSN Posisi Pertama Perbankan Syariah untuk Penyaluran KPR FLPP di Kalsel

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:30 WITA

Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:45 WITA

Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:52 WITA

Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:13 WITA

Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WITA

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Dibalik Tingginya SiLPA Banjarmasin, Edy Sebut Karena Perubahan Sistem

Rabu, 17 Jun 2026 - 19:52 WITA

Verified by MonsterInsights