BOMINDONESIA.COM – Tindakan kriminal kini semakin canggih dan terselubung. Para pelaku pencurian tidak lagi mengandalkan kekerasan atau pemaksaan, tetapi menggunakan modus yang tampak “baik”, yaitu berpura-pura menjadi penggalang dana untuk anak yatim atau pondok pesantren.Senin,(04/08/2025)
Pelaku biasanya datang dengan membawa amplop dan surat permohonan bantuan yang terlihat resmi. Penampilan mereka pun disesuaikan agar tampak seperti perwakilan yayasan sosial, bahkan terkadang membawa anak-anak perempuan untuk meyakinkan korban.
Saat penghuni rumah mulai membuka dompet atau fokus mengisi formulir sumbangan, pelaku dengan cepat memanfaatkan momen tersebut untuk mencuri barang-barang berharga seperti dompet, telepon genggam, helm, hingga barang di sekitar teras rumah.
Seorang warga bernama Said (32), yang tinggal di kawasan Sungai Jingah Komplek Zam Zam City, mengungkapkan pengalamannya.
“Ketika itu waktu magrib dan sedang gerimis. Ada yang mengetuk pintu rumah dan meminta sumbangan. Saya tidak langsung keluar. Saat saya cek CCTV, ternyata helm saya di teras sudah diambil. Masuk ke dalam totebag, dan pelakunya cepat sekali pergi,” ujarnya.

Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak langsung mempercayai siapa pun yang datang tiba-tiba dengan membawa amplop atau surat permohonan dana.
Untuk menghindari kejadian serupa, masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah berikut:
-
Periksa Identitas dengan Teliti
Mintalah kartu identitas atau surat resmi. Jika perlu, verifikasi langsung ke yayasan yang bersangkutan. -
Tolak Secara Sopan Jika Ragu
Bila merasa tidak yakin, tidak perlu memaksakan diri untuk memberi bantuan. Ucapkan penolakan dengan sopan dan tutup pintu dengan aman. -
Pasang CCTV di Area Rumah
Kamera pengawas terbukti sangat membantu dalam mengidentifikasi pelaku dan merekam kronologi kejadian. -
Sampaikan ke Lingkungan Sekitar
Informasikan kepada tetangga, RT/RW, atau aparat setempat jika terdapat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah.
Modus kejahatan semacam ini sangat merugikan karena mengeksploitasi niat baik masyarakat untuk melakukan tindak kriminal. Oleh karena itu, kewaspadaan dan komunikasi antarwarga sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban selanjutnya.
Jika Anda atau keluarga mengalami hal serupa, jangan ragu untuk melapor ke pihak berwajib. Ingat, niat baik untuk membantu harus tetap dibarengi dengan sikap hati-hati.
Waspada bukan berarti curiga, tapi melindungi. Tetap peduli, tetap waspada.
Editor Sukmahid














