BOMINDONESIA.COM, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menggelar Karnaval dan Perayaan Paskah 2026 yang berlangsung meriah dan diikuti ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tahunan ini dipusatkan di kawasan Kota Lama Semarang dengan titik awal di Gereja Blenduk. Sejak siang hari, peserta mulai berkumpul sebelum memulai kirab menuju Balai Kota Semarang.
Karnaval berlangsung semarak dengan beragam kostum kreatif. Anak-anak hingga orang dewasa tampil mengenakan busana unik, mulai dari tokoh-tokoh Alkitab hingga kostum prajurit Romawi kuno yang dimodifikasi dengan sentuhan kreativitas masing-masing.
Tak hanya itu, suasana juga semakin hidup dengan kehadiran pelaku UMKM di sepanjang rute kirab. Salah satunya seorang penjual jamu tradisional atau “mbok jamu” yang menarik perhatian warga.
Sambil melayani pembeli di atas meja dagangannya, ia juga melantunkan lagu-lagu rohani, menciptakan nuansa hangat dan penuh makna di tengah keramaian.
Ribuan peserta yang berasal dari sekolah, gereja, komunitas lintas iman, hingga organisasi masyarakat tampak membaur dalam satu barisan, menyuarakan pesan kebersamaan dan toleransi.
Sepanjang rute yang dilalui, masyarakat tumpah ruah menyaksikan karnaval. Jalan-jalan utama kota pun berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi warna, musik, dan semangat persatuan.
Selain menjadi perayaan keagamaan, karnaval ini juga menjadi simbol kuat kehidupan sosial masyarakat Kota Semarang yang inklusif.
Perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan dalam merawat kebersamaan di ruang publik.
Menurut salah satu peserta Edo acara karnaval rutin digelar tiap tahun di Kota Semarang “Ya mas juga diikuti peserta dari pelajar dan lintas iman ” singkat nya
Pemerintah kota juga memastikan kegiatan berlangsung tertib dengan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis selama acara berlangsung.
Karnaval Paskah 2026 ini pun kembali menegaskan wajah Kota Semarang sebagai kota yang tidak hanya hidup secara ekonomi dan budaya, tetapi juga menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan dalam keberagaman.
Penulis / Editor : Mercurius














