BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Momentum Hari Ibu ke-97 di Banjarmasin Wali Kota Banjarmasin HM Yamin serahkan antopometri kit kepada pengurus Posyandu di Banjarmasin, Kamis (18/12/2025) di Hotel Fugo.
Sedikitnya ada 487 Posyandu yang mendapat antopometri kit itu.
Kata Plt Kadinkes Kota Banjarmasin, M Ramadhan,
Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) merupakan unit terkecil pemberi pelayanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat meliputi bidang Pendidikan; Kesehatan; Pekerjaan Umum; Perumahan Rakyat; Ketenteraman, Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat; dan Sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alat itu untuk mendukung program penurunan stunting dengan mengukur akurat tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan/kepala balita, yang sering disertai pelatihan penggunaan alat untuk kader posyandu agar data gizi valid.
Isi Antropometri Kit
Timbangan digital (bayi dan dewasa)
Infantometer (alat ukur panjang bayi)
Stadiometer (alat ukur tinggi badan)
Alat ukur Lingkar Lengan Atas (LILA)
Alat ukur Lingkar Kepala (opsional, sering termasuk)
Tas antropometri khusus.
“Secara bertahap Pemerintah Kota Banjarmasin telah melengkapi Antropometri Kit, dengan diserahkannya Antropometri Kit ke 92 Posyandu pada hari ini maka seluruh posyandu di Kota Banjarmasin yang berjumlah 487 telah memiliki Antropometri Kit yang standar,” ujarnya.
Ramadhan menyampaikan lagi, di lingkungan masyarakat, Posyandu menjawab permasalahan yang saat ini berkembang di masyarakat.
Beberapa isu strategis yang sekarang kerap muncul seperti belum terpenuhinya kebutuhan esensial pendidikan pada anak usia dini; pelayanan kesehatan belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat, seperti :
•penanganan dan pencegahan stunting
•pelayanan kesehatan bagi orang terduga TBC
•kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi baru lahir
•kesehatan balita, kesehatan pada usia pendidikan dasar, dan pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat.
Kemudian belum terpenuhinya jumlah sarana dan prasarana air bersih, sanitasi lingkungan dan masih kurangnya fasilitas jamban sehat; di bidang perumahan rakyat.
Masih kurangnya penyediaan Rumah Layak Huni dan belum optimalnya rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni; masih kurangnya jaminan rasa aman dan belum optimalnya upaya pencegahan terhadap gangguan ketenteraman dan ketertiban umum melalui deteksi dini dan cegah dini, juga perlunya pembinaan, penyuluhan, dan rutinitas patroli keamanan lingkungan; dan kurangnya perlindungan dan jaminan sosial Masyarakat.
“Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas, posyandu perlu di dukung oleh sarana prasarana yang memadai salah satunya adalah antropometri kit yang diperlukan para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan,” tutupnya.












