Pelemahan Daya Beli Masyarakat Berdampak Penurunan Penjualan Mobil – bomindonesia.com

Pelemahan Daya Beli Masyarakat Berdampak Penurunan Penjualan Mobil

- Redaksi

Rabu, 16 April 2025 - 11:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales mencapai 70.892 unit, turun 5,1% secara tahunan dibanding Maret 2024 yang mencatat 74.720 unit. Secara bulanan penjualan menurun sebesar 2% dibanding Februari 2025.

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu  menyebutkan penurunan penjualan mobil disebabkan pelemahan daya beli masyarakat dan ketidakpastian seputar kebijakan Opsen Pajak yang menjadi kekhawatiran di kalangan konsumen.

“Penurunan penjualan mobil pada Maret 2025 sepertinya akibat penundaan buying yang dipengaruhi oleh pelemahan daya beli masyarakat (sbg faktor utama), Lalu, adanya dugaan kekhawatiran atas ketidakpastian Opsen Pajak,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, efek musiman Ramadan yang biasanya mendongkrak penjualan, tahun ini tidak cukup kuat. Masyarakat tampaknya lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan pokok, apalagi setelah sebelumnya melakukan pembelian saat awal tahun ketika banyak event otomotif dan promo besar.

“Banyak konsumen masih menghadapi bunga pembiayaan yang tinggi, sehingga menunda keputusan untuk membeli mobil,” ujarnya.

Ia berharap, peluang pertumbuhan masih terbuka di segmen-segmen tertentu, terutama mobil listrik (EV) low segment dan kendaraan LCGC (Low Cost Green Car). 

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Tahun Tring!: Pegadaian hadirkan Pengalaman Baru Bertransaksi Melalui ATM Emas Pertama di Seluruh Indonesia
Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat
FKPWK Gandeng Pemko Banjarmasin, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding
Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi
Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WITA

Satu Tahun Tring!: Pegadaian hadirkan Pengalaman Baru Bertransaksi Melalui ATM Emas Pertama di Seluruh Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:02 WITA

Ahmad Yunani Optimistis Ekonomi Kalsel Tumbuh Lebih Kuat Meski Dolar AS Menguat

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:23 WITA

FKPWK Gandeng Pemko Banjarmasin, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Branding

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:33 WITA

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights