Pilu, Siswa SD Duduk di Lantai Gara-gara Nunggak SPP

Pilu, Siswa SD Duduk di Lantai Gara-gara Nunggak SPP

- Redaksi

Minggu, 12 Januari 2025 - 01:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Sedih Ibu Orang Tua Anak (Foto Istimewa/Bomindonesia)

Tampak Sedih Ibu Orang Tua Anak (Foto Istimewa/Bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, MEDAN –Seorang siswa kelas IV SD di Kota Medan berinisial MI tak diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelasnya.

Gara-gara menunggak SPP selama tiga bulan, MI disuruh guru kelasnya untuk duduk di lantai. Dirinya pun bak dijadikan tontonan oleh teman-temannya karena tidak boleh duduk di bangku.

Sejak tanggal 6 sampai 8 Januari 2025, MI duduk di lantai yang dingin. Ibu MI, Kamelia (38) mengungkapkan alasannya belum membayar SPP. Karmelia yang mengandalkan dana BOS dan KIP masih menunggu pencairan uang tersebut untuk biaya sekolah anaknya.

Selama ini, uang sekolah anaknya dibayar menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).”Pokoknya, enam bulan dibiayai pakai dana bos, 6 bulan bayar dari Juli sampai Desember. Kalau cair, 450.000 itu saya habiskan untuk biaya sekolah, gak pernah saya ambil,” katanya.

Kamelia yang tidak miliki penghasilan tetap mengandalkan bantuan tersebut untuk menyekolahkan anaknya. Ia merupakan relawan di Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) aktif membantu mendampingi seorang pasien yang kesulitan dalam administrasi.

Sedangkan suaminya, bekerja sebagai kuli bangunan yang merantau. Hati Karmelia sakit melihat anaknya diperlakukan seperti itu. “Saya sempat nangis ‘Ya Allah kok begini sekali’ sampai saya ke pintu kelas. Saya lihat anak saya memang duduk di lantai. Saya bilang kejam sekali gurumu, nak,” kata Kamelia.

Baca Juga :  Cegah Judi Online, Polda Kalsel Gandeng Warga Antasan Besar

Ia menegaskan, bila harus menerima hukuman yang pantas adalah orang tua yang tidak bisa membayar, bukan sang anak.”Kalau mau menghukum, jangan dia. Saya saja, dia kan cuma mau belajar. Anak saya jalan dari rumah ke sekolah Abdi Sukma,” katanya.

bomindonesia

Editor : Mercurius

Sumber Berita: Grid.co.id

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar
Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan
Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Video Perwira Polisi Viral Merokok Sambil Mengemudi, Polda Kalsel Sampaikan Permintaan Maaf
Arya Setiawan Mulai Dampingi Perkara di Mabes Polri, Ikuti Jejak Fauzan Ramon
Empat Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Ditangkap, Aksi Terekam CCTV

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Orangutan Hadang Ekskavator Kembali Viral, jadi Simbol Perlawanan Satwa Liar

Senin, 25 Mei 2026 - 21:48 WITA

Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:36 WITA

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Masyarakat Harus Jadi Benteng Utama Pencegahan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:47 WITA

Pekuat Kompetensi Prahum dan Organisasi Kehumasan

Senin, 11 Mei 2026 - 07:17 WITA

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights