BOMINDONESIA.COM, JAKARTA — Masyarakat Indonesia diketahui memiliki sejumlah tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadhan 2025.
Sejumlah tradisi unik menyambut bulan puasa Ramadhan 2025 ini sangat populer dan sudah lama dilakukan masyarakat Indonesia.
Beda wilayah, beda budaya, beda pula tradisi masyarakat dalam menyambut bulan puasa Ramadhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut 4 tradisi unik masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Puasa Ramadhan 2025 yang dilansir dari laman RRI:
1. Munggahan
Munggahan adalah tradisi menyambut bulan Ramadhan yang dilakukan masyarakat suku Sunda di Jawa Barat. Tradisi Munggahan ini biasa dilakukan 1-2 hari jelang bulan puasa.
Tradisi ini dilakukan dengan cara berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk makan bersama dan saling bermaafan. Tradisi Munggahan dilakukan dalam bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan membersihkan diri dari hal-hal buruk sebelum bulan puasa.
2. Padusan
Padusan adalah salah satu tradisi menyambut bulan Ramadhan yang populer dilakukan oleh masyarakat suku Jawa. Kata Padusan ini berasal dari bahasa Jawa ‘adus’ yang berarti mandi dalam bahasa Indonesia. Padusan memiliki makna untuk menyucikan diri dalam menyambut datangnya bulan suci.
Mengutip laman resmi RRI, tradisi ini dilakukan secara turun temurun dengan cara berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air. Tujuannya agar dapat menjalani ibadah puasa Ramadan dalam kondisi suci.
3. Suru Maca
Tradisi Maca adalah tradisi menyambut bulan Ramadhan yang dilakukan oleh umat muslim di Sulawesi Selatan, biasanya dilakukan oleh suku Bugis-Makassar.
Mengutip laman Kemenag, suru maca sendiri berarti membaca doa bersama untuk dikirimkan pada leluhur yang telah meninggalkan kehidupan lebih dulu.
Setelah acara pembacaan doa, biasanya dilanjutkan dengan kegiatan makan bersama dan silahturahmi dengan tetangga, keluarga atau kerabat.
4. Malamang
Masyarakat Sumatera Barat memiliki tradisi Malamang dalam menyambut bulan Ramadhan. Malamang sendiri berarti memasang lemang, yang terbuat dari beras ketan putih dan santan yang dimasukkan ke dalam bambu.
Malamang ini dibuat bersama-sama bersama dengan tetangga, keluarga dan kerabat di depan rumah sebelum bulan Ramadhan sebagai bentuk ungkapan sykur kepada Allah SWT.
Editor : Mercurius
Sumber Berita: Berbagai Sumber












