BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN — Komunitas seniman di Kota Banjarmasin kembali berkumpul dalam forum dialog dan apresiasi sastra melalui kegiatan Musyawarah Masyarakat Seni dan Ngaji Puisi #6 yang digelar oleh Dewan Kesenian Banjarmasin, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Banjarmasin Culture Hub atau eks Rumah Anno 1925, mulai pukul 16.00 Wita hingga malam hari.
Forum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi bagi para pelaku seni di Banjarmasin untuk membicarakan perkembangan ekosistem kesenian daerah. Selain dialog publik, kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi dari para penyair muda Kalimantan Selatan yang karya-karyanya dihimpun dalam buku Pesiar Tanpa Berlayar.
Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin, Hajriansyah, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperkuat komunikasi antarpelaku seni sekaligus membuka ruang kolaborasi di tengah dinamika perkembangan budaya kota. Menurutnya, musyawarah masyarakat seni merupakan wadah untuk bertukar gagasan dan merumuskan langkah bersama dalam menjaga keberlanjutan kegiatan kesenian di Banjarmasin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui forum ini, para seniman dapat berdialog secara terbuka mengenai berbagai persoalan dan peluang dalam pengembangan ekosistem seni. Selain itu, kegiatan Ngaji Puisi menjadi sarana apresiasi bagi penyair muda daerah,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Acara diawali dengan registrasi peserta pada pukul 15.40 Wita, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan sambutan dari penasihat Dewan Kesenian Banjarmasin, Ilham Noor, serta Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin.

Memasuki sesi diskusi, dua tokoh budaya yakni Edi Sutardi dan Noorhalis Majid tampil sebagai pemantik dialog publik. Diskusi tersebut mengangkat berbagai isu terkait perkembangan komunitas seni, ruang ekspresi kreatif, serta tantangan yang dihadapi pelaku seni lokal di tengah perubahan zaman.
Dialog kemudian dilanjutkan dengan musyawarah terbuka bersama masyarakat seni Kota Banjarmasin. Dalam forum itu, para peserta menyampaikan pandangan serta gagasan untuk memperkuat jejaring komunitas seni sekaligus memperluas ruang apresiasi budaya di daerah.
Memasuki waktu berbuka puasa, kegiatan dihentikan sementara untuk pelaksanaan buka puasa bersama, dilanjutkan salat Maghrib berjemaah, serta ibadah Isya dan Tarawih.
Setelah itu, acara berlanjut ke sesi Ngaji Puisi yang menjadi puncak kegiatan malam. Sesi ini diawali dengan pengantar dari Ketua Dewan Kesenian Banjarmasin dan dilanjutkan dengan penjelasan dari koordinator Komite Sastra mengenai buku Pesiar Tanpa Berlayar.
Kegiatan tersebut juga dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banjarmasin sebelum rangkaian pembacaan puisi dimulai. Sejumlah penyair kemudian membacakan karya mereka, disertai komentar sastra dari sastrawan Micky Hidayat. Selain itu, penampilan musikalisasi puisi turut meramaikan malam apresiasi sastra tersebut.
Tidak hanya penyair yang terlibat dalam buku, panggung Ngaji Puisi juga memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk membacakan karya mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan ruang ekspresi bagi siapa saja yang memiliki minat terhadap sastra.
Rangkaian kegiatan ditutup sekitar pukul 23.00 Wita dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antarpeserta. Melalui kegiatan ini, Dewan Kesenian Banjarmasin berharap forum musyawarah dan apresiasi sastra dapat terus memperkuat ekosistem seni sekaligus melahirkan ruang kreatif baru bagi generasi seniman di Kalimantan Selatan.
*/ Editor : Sukmahid












