Tiga WNA Korban Helikopter di Tanah Bumbu Teridentifikasi, Proses Jenazah Lain Terkendala Data Gigi

Tiga WNA Korban Helikopter di Tanah Bumbu Teridentifikasi, Proses Jenazah Lain Terkendala Data Gigi

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 23:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad El Yandiko didampingi Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi saat menggelar press release Sabtu (6/9/2025) (Foto Mercy)

Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol Muhammad El Yandiko didampingi Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi saat menggelar press release Sabtu (6/9/2025) (Foto Mercy)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN– Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali memaparkan hasil identifikasi jenazah korban kecelakaan helikopter BK117 D3 milik Eastindo Air yang jatuh di Kabupaten Tanah Bumbu, awal pekan lalu.

Press release yang digelar di Aula RS Bhayangkara Polda Kalsel, Sabtu (6/9/2025) malam, berlangsung tanpa kehadiran keluarga korban. Hanya aparat kepolisian dan tenaga medis yang memaparkan perkembangan terbaru proses identifikasi.

Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Muhammad El Yandiko didampingi Kabid Humas Polda Kalsel,Kombes Adam Erwindi, menyampaikan, dari enam kantong jenazah yang diterima, lima berisi tubuh utuh sementara satu kantong lainnya berisi potongan tubuh yang diduga gabungan dari tiga korban.

Setelah serangkaian pemeriksaan dan rekonsiliasi, tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga jenazah.

Baca Juga :  Rugikan Negara 1,9 Milyar, Pegawai Pegadaian Banjarmasin jadi Tersangka

Mereka adalah Mr MW (68, Australia), Mr CQ (57, Brazil), dan Mr SK (56, India). Ketiganya teridentifikasi melalui pencocokan catatan medis, gigi, dan properti pribadi.

“Organ gigi menjadi faktor penentu karena tahan panas dan memiliki kekhasan yang tidak dimiliki organ lain. Dari catatan medis gigi para WNA ini, kami bisa mencocokkan dengan cepat,” jelas Yandiko.

Namun, lanjutnya, proses berbeda terjadi pada korban warga negara Indonesia. Berbeda dengan negara maju yang memiliki rekam medis gigi detail, di Indonesia hal itu belum menjadi kebiasaan.

Akibatnya, identifikasi tidak secepat korban WNA.

“Untuk gigi kayanya masih sangat sulit dan datanya belum bisa kita dapatkan dengan lengkap,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Kalsel Gelar Open House Idul Fitri, Jalin Kebersamaan dengan Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama

Yandiko menambahkan, satu kantong berisi potongan tubuh tiga jenazah sangat sulit dikenali karena kondisi terbakar parah.

Tim DVI harus menempuh jalur pemeriksaan DNA atau teknik superimpose, yakni membandingkan struktur wajah dengan data ante mortem dari keluarga.

“Tapi sudah ada suspect atau mengarah ke siapa, hanya saja masih perlu pendalaman. Kami minta kembali data ante mortem tambahan agar bisa diproyeksikan dengan kondisi terkini,” jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah korban yang sudah teridentifikasi ada tiga orang, sementara lima jenazah lainnya masih menunggu proses lanjutan sebelum dapat diserahkan ke keluarga masing-masing.

Penulis/Editor: Mercurius

 

 

 

 

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
Dikomando Babe Aldo, Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Gubernur Kalsel Soal Solar Subsidi
Peluncuran MBG di Pulau Laut Sigam, Pemkab Kotabaru Dorong Pemenuhan Gizi dan Penguatan Generasi Sehat
Polda Kalsel Gembleng 100 Driver SKPD Pemprov Lewat Pelatihan Safety Driving di SDC Banjarbaru
Video Viral Diduga Libatkan Tenaga Ahli Kepala Daerah, Wagub Minta Polda Kalsel Lakukan Tes Urine
Police Goes To School, Ditlantas Polda Kalsel Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
Di Luar Mako, Propam Awasi Langsung Tertib Berkendara Anggota Polri
Polda Kalsel Amankan 33 Tersangka Kasus BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp12,4 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:16 WITA

Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:16 WITA

Dikomando Babe Aldo, Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Gubernur Kalsel Soal Solar Subsidi

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:34 WITA

Peluncuran MBG di Pulau Laut Sigam, Pemkab Kotabaru Dorong Pemenuhan Gizi dan Penguatan Generasi Sehat

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:02 WITA

Polda Kalsel Gembleng 100 Driver SKPD Pemprov Lewat Pelatihan Safety Driving di SDC Banjarbaru

Senin, 11 Mei 2026 - 21:33 WITA

Video Viral Diduga Libatkan Tenaga Ahli Kepala Daerah, Wagub Minta Polda Kalsel Lakukan Tes Urine

Berita Terbaru

Kalender Bulan Juni 2026

Galeri

Cek Kalender Bulan Juni 2026, Kapan Libur?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:33 WITA

PROSES EVAKUASI - jasad pelaku penembakan Brigadir Arya Supena usai dilumpuhkan aparat dalam penggerebekan di Pesawaran, Lampung, Jumat (15/5/2026). (foto: tangkapan layar)

Peristiwa & Hukum

Penembak Brigadir Arya Supena Tewas Ditembak Polisi Karena Melawan

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:23 WITA

Verified by MonsterInsights