BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Pengukuhan Pengurus DPW ALFI/ULFA Kalimantan Selatan (Kalsel) 2024-2029 bertajuk Meningkatkan Peran ALFI/ULFA Kalimantan Selatan di Sektor Logistik untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan” di Hotel GSign Bsnjarmasin, Selasa (30/9/2025).
DPW ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi dikukuhkan untuk perode 2024-2029.
Hotel G’Sign Banjarmasin menjadi lokasi dan rangkaian pengukuhan, sekaligus juga DPC Bandara Syamsudin Noor juga dikukuhkan. Acara ini dihadiri jajaran pengurus pusat, perwakilan instansi pemerintah, pelaku usaha logistik, serta seluruh anggota ALFI/ILFA di wilayah Kalsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin. “Hari ini bukan sekadar pelantikan kepengurusan, tetapi penanda babak baru perjalanan sektor logistik Kalsel. Kami ucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus DPW dan DPC ALFI yang baru dikukuhkan,” ujar Fitri Hernadi dalam sambutan mewakili Gubernur Haji Muhidin.
Ia menyampaikan harapan agar kepengurusan baru ALFI mampu menjadi motor penggerak inovasi dan kolaborasi, terutama dalam menjawab tantangan logistik di era digital dan integrasi ekonomi regional.
“Kalsel memiliki posisi strategis dan infrastruktur yang terus berkembang. Ini adalah peluang besar untuk tampil sebagai pusat logistik modern, bukan hanya pendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga sebagai pemain utama dalam rantai pasok nasional dan internasional,” tuturnya.
Ketua DPW ALFI/ILFA Kalsel, Saut Nathan Samosir, menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru akan segera bergerak melakukan pembenahan internal serta menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.
“Fokus awal kami adalah pembenahan struktur organisasi dari dalam dan memastikan setiap pengurus bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” tutur anggota DPRD Kota Banjarmasin ini.
Menurutnya, penting peran strategis organisasi tersebut dalam mendorong efisiensi logistik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyoroti dua hal penting yang menjadi perhatian asosiasi dalam berkoordinasi dengan pemerintah.
“Ada dua hal yang kami tekankan kepada pemerintah untuk kelancaran logistik, yakni ketersediaan BBM dan perbaikan infrastruktur. Kami berharap dapat segera merealisasikan hal itu,” tambahnya.
Pada awal tahun 2026, kelengkapan peralatan pengangkutan di bawah pengelolaan Pelindo dapat terwujud, sehingga mendukung percepatan konektivitas logistik dan ekonomi di bumi lambung mangkurat.

Wakil Ketua Umum DPP ALFI/ILFA, M. Nuh Nasution, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum penting untuk konsolidasi organisasi serta memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap seluruh anggota dapat memberikan dukungan penuh agar roda organisasi dapat berjalan optimal selama lima tahun ke depan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa momen ini juga menjadi simbol kebersamaan serta semangat baru bagi pelaku usaha logistik di Kalsel. Khususnya dalam menghadapi tantangan global dan dinamika industri rantai pasok.
Acara ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menyusun program kerja jangka menengah hingga 2029.
“DPW ALFI/ILFA Kalsel diharapkan semakin solid dalam mendukung konektivitas logistik nasional dan menjawab tantangan perdagangan internasional yang semakin kompleks,” imbuhnya.












