Wadai Masubah, Jejak Kue Tradisional Banjar yang Masih Bertahan

Wadai Masubah, Jejak Kue Tradisional Banjar yang Masih Bertahan

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

wadai masubah

wadai masubah

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Wadai Masubah merupakan salah satu kue tradisional khas Banjar yang berasal dari kawasan Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kue ini dikenal berbentuk bulat menyerupai rebana, bertekstur lembut, serta memiliki aroma rempah yang kuat dari campuran kayu manis, adas manis, cengkeh, dan bunga lawang.

Masubah dibuat dari bahan utama telur bebek, tepung terigu, gula, dan margarin, kemudian dimasak secara bertahap menggunakan teflon tanpa proses pemanggangan. Teknik memasak tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan mencerminkan kearifan masyarakat Banjar dalam beradaptasi dengan keterbatasan alat tanpa menghilangkan kualitas rasa.

Pada masa lalu, Masubah menjadi jajanan yang umum ditemui di pasar tradisional dan kerap disajikan saat Ramadan, acara adat, serta kegiatan selamatan keluarga. Namun, perubahan pola konsumsi dan dominasi makanan modern menyebabkan keberadaan kue ini semakin jarang ditemukan dalam keseharian masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Masubah kembali diperkenalkan melalui berbagai kegiatan budaya, seperti Pasar Wadai Ramadan dan festival kuliner khas Banjar. Pemerintah daerah bersama komunitas pelestari budaya turut menggelar lomba pembuatan kue tradisional serta pelatihan kuliner pasca-Ramadan sebagai upaya mempertahankan eksistensi Masubah di tengah generasi muda.

Selain bernilai kuliner, Masubah juga memiliki makna filosofis yang kuat. Lapisan-lapisan kue melambangkan harapan akan rezeki yang berlapis, tumbuh secara berkelanjutan, dan diperoleh melalui proses kesabaran. Setiap tahapan memasak mencerminkan ketekunan dan doa yang menyertai usaha masyarakat Banjar dalam menjalani kehidupan.

Aroma rempah yang dominan dipercaya sebagai simbol kehangatan, keberkahan, dan keharmonisan hidup. Sejak dahulu, rempah-rempah tersebut diyakini membawa kebaikan dan menolak keburukan, sehingga Masubah tidak hanya dipandang sebagai hidangan, tetapi juga sebagai simbol doa yang diwujudkan dalam rasa.

Baca Juga :  Semarak Gebyar Karya di Sekolah Kristen Kanaan Banjarmasin, Barang Bekas Disulap jadi Karya Seni

Penggunaan telur bebek sebagai bahan utama dimaknai sebagai lambang kekuatan, ketahanan, dan kesuburan. Sementara itu, margarin yang menyatukan seluruh lapisan kue mencerminkan pentingnya persatuan keluarga dan kebersamaan sebagai dasar kelimpahan rezeki.

Kue Masubah hingga kini masih dibuat secara terbatas oleh pembuat kue tradisional dan ditampilkan dalam event budaya tertentu. Keberadaannya menjadi pengingat akan kekayaan kuliner Banjar yang sarat nilai sejarah dan filosofi, sekaligus tantangan bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Dengan pelestarian yang konsisten, Wadai Masubah diharapkan tidak hanya bertahan sebagai simbol tradisi, tetapi juga kembali dikenal luas sebagai identitas kuliner khas Banjarmasin yang bernilai budaya tinggi.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Pekerjaan Tak Lagi Pasti : Ancaman Job Insecurity di Dunia Kerja Modern
Menakar Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan di Era Hexahelix Governance
Penyiaran, Kebenaran, dan Ketahanan Nasional di Tengah Banjir Informasi
Pembaruan Dalam KUHAP Baru
Kaleidoskop Akhir Tahun 2025: Dari Pembunuhan Jurnalis dan Mahasiswi hingga Proyek Kota, Kalimantan Selatan Diuji
Moral Compensation: Ketika Kepedulian pada Isu Publik Tidak Otomatis Mencerminkan Kepedulian Terhadap Keluarga
Hijrah dan Sunyi Suara Umat Mayoritas
Jurnalisme Berjiwa Pancasila: Menjaga Nalar Publik di Era Informasi

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 19:28 WITA

Ketika Pekerjaan Tak Lagi Pasti : Ancaman Job Insecurity di Dunia Kerja Modern

Rabu, 15 April 2026 - 00:27 WITA

Menakar Peran Strategis Polri dalam Ketahanan Pangan di Era Hexahelix Governance

Rabu, 1 April 2026 - 12:04 WITA

Penyiaran, Kebenaran, dan Ketahanan Nasional di Tengah Banjir Informasi

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:29 WITA

Wadai Masubah, Jejak Kue Tradisional Banjar yang Masih Bertahan

Senin, 5 Januari 2026 - 10:13 WITA

Pembaruan Dalam KUHAP Baru

Berita Terbaru

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

Politik

Kisah Diplomat yang Membuat Indonesia Diakui Dunia

Senin, 25 Mei 2026 - 22:27 WITA

Polisi yang Humanis

Halo Indonesia

Revisi UU Polri, Aspek Ini yang Dibahas

Senin, 25 Mei 2026 - 21:48 WITA

Padang Arafah Makkah

Serambi

Doa Ketika Wukuf di Padang Arafah

Senin, 25 Mei 2026 - 20:31 WITA

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Tekan Kasus TBC hingga Kanker, Banjarmasin Gencarkan Advokasi P2P

Senin, 25 Mei 2026 - 19:03 WITA

Verified by MonsterInsights