AS Turunkan Tarif Impor untuk Indonesia Jadi 19 Persen, Ekspor AS Bebas Tarif

AS Turunkan Tarif Impor untuk Indonesia Jadi 19 Persen, Ekspor AS Bebas Tarif

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto Istimewa)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto Istimewa)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA -– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengumumkan bahwa produk impor dari Indonesia akan dikenakan tarif sebesar 19 persen mulai 1 Agustus 2025.

Di saat yang sama, ekspor produk-produk AS ke Indonesia akan dibebaskan sepenuhnya dari bea masuk.

Hal ini disampaikan Trump pada Selasa (15/7/25) dalam pengumuman perjanjian dagang baru antara kedua negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia akan membayar 19 persen, dan kita tidak akan membayar apa pun,” ujar Trump dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari Reuters yang dilansir pajak.com

Pernyataan itu menegaskan ketimpangan besar dalam kesepakatan tersebut—ekspor AS mendapat perlakuan istimewa, sementara ekspor Indonesia tetap dikenai tarif, meskipun lebih rendah dari sebelumnya (32 persen).

Baca Juga :  Pemerintah Berikan Insentif Pajak Kendaraan Listrik dan Hybrid Tahun 2025

Ketimpangan Perdagangan

Meskipun tarif Indonesia dipangkas, posisi tawar dagang AS tetap lebih kuat. Di bawah kesepakatan baru ini, Indonesia juga berkomitmen membeli sejumlah produk strategis dari AS, termasuk:

Energi: senilai $15 miliar

Produk pertanian: $4,5 miliar

50 unit pesawat jet buatan Boeing

Tidak ada rincian soal jadwal maupun detail kontrak pembelian tersebut, namun manfaat nyata langsung dinikmati AS lewat akses bebas tarif ke pasar Indonesia.

Dampak ke Eksportir RI

Penetapan tarif 19 persen tetap menjadi tantangan bagi sektor ekspor Indonesia seperti:

Baca Juga :  Asisten III Hadiri Pelantikan Pengurus DPC API Mura Masa Bakti 2025-2030

Minyak sawit

Tekstil dan alas kaki

Komponen elektronik

Karet alam

Produk perikanan

Agar tetap kompetitif, pelaku usaha Indonesia perlu memanfaatkan insentif domestik yang ada, seperti PPN 0 persen untuk ekspor barang dan jasa. Fasilitas ini bisa membantu meringankan beban pajak dalam negeri dan menjaga daya saing produk di pasar global.

Opsi AS: Pindahkan Produksi

Trump juga menyampaikan bahwa perusahaan Indonesia bisa menghindari tarif jika mereka memindahkan produksi ke dalam negeri AS.

Pemerintah AS menjanjikan proses perizinan yang cepat sebagai insentif. Namun, ini bukan opsi yang realistis bagi sebagian besar UKM di Indonesia.

Penulis/ Editor: Mercurius

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi
Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan
FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi
Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara
BRI Banjarmasin Samudera dan PT SANY Banjarmasin Perkuat Sinergi Melalui Sosialisasi Layanan dan Produk Perbankan
Mandat 132 JPT, Customer Pelayaran Tolak Biaya Tambahan Lini 2
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:33 WITA

Sidang APBMI Vs Dirjen Hubla, Ahli Nilai Surat Edaran Melampaui Kewenangan Regulasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:14 WITA

Delegasi Indonesia Hadiri Asia Sustainable Energy Week 2026, PT Hayau Berait Bersama Grup Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:38 WITA

FKPWK Dukung Wacana Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok, Dinilai Dorong Industri Ilegal Masuk Jalur Resmi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:32 WITA

Perkuat Sinergi, Menjaga Stabilitas, dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:22 WITA

Maraknya Rokok Polos Dinilai Ancam Industri Resmi dan Pendapatan Negara

Berita Terbaru

Screenshot

Banjarmasin Bungas

Pasar Murah Disperdagin Bantu Warga Rusunawa Ganda Maghfirah

Kamis, 9 Jul 2026 - 15:29 WITA

KORBAN PERKELAHIAN – Perkelahian berdarah mengakibatkan seorang pria tewas di kawasan Jalan Kelayan B, Banjarmasin, Senin (6/7/2026) pagi. Polisi masih menyelidiki motif dan kronologi kejadian. (foto: ilustrasi)

Peristiwa & Hukum

Perkelahian Maut di Kelayan B, Satu Tewas, Pelaku Masih Dirawat

Kamis, 9 Jul 2026 - 14:33 WITA

Verified by MonsterInsights