Bagaimana Ancaman ISIS di Suriah?

Bagaimana Ancaman ISIS di Suriah?

- Redaksi

Minggu, 24 November 2024 - 08:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan perempuan dan anak-anak ditahan bersama terduga pejuang IS di berbagai kamp detensi (foto:istimewa/bomindonesia)

Ribuan perempuan dan anak-anak ditahan bersama terduga pejuang IS di berbagai kamp detensi (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, SURIAH – Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (IS), yang juga dikenal sebagai ISIS atau Daesh dalam Bahasa Arab, mendeklarasikan kekhalifatannya pada 2014.

Selama beberapa tahun mereka berhasil menguasai sebagian besar wilayah Suriah dan Irak. Kemunculan ISIS mengubah arah perang di Suriah. Ini mendorong dibentuknya koalisi yang dipimpin AS, dengan lebih dari 70 negara, untuk mengalahkan kelompok tersebut.

Pada tahun 2019, koalisi tersebut berhasil mengusir ISIS dari benteng terakhirnya di Suriah. Namun, apakah ancaman Negara Islam di Suriah benar-benar berakhir? “Kelompok ini telah kembali menjadi pemberontak, melakukan serangan hit-and-run, tetapi masih sangat aktif di Suriah, dan serangannya meningkat pesat tahun 2024 ini,” kata Mina al-Lami.

Ia juga menunjukkan, titik balik yang signifikan bagi Negara Islam bisa terjadi jika mereka berhasil membebaskan para pejuang IS dan keluarga mereka yang ditahan di berbagai kamp yang dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah.

Amnesty International berkata, lebih dari lima tahun setelah kejatuhan IS, puluhan ribu orang masih ditahan, dengan perkiraan 11.500 pria, 14.500 perempuan, dan 30.000 anak-anak di setidaknya 27 fasilitas detensi dan dua kamp detensi—Al-Hol dan Roj.

Baca Juga :  Yuk, Beli Mobil Daihatsu pada Desember Ini, Berhadiah Rocky

“Negara Islam mengincar kamp-kamp itu. Mereka menunggu terjadinya krisis, atau kelemahan dalam keamanan, untuk kemudian masuk dan merusak kamp-kamp dan penjara ini, kemudian membebaskan orang-orang di sana,” kata Mina al-Lami.

“Contoh dari krisis yang mereka tunggu misalnya, operasi militer besar yang dimpimpin Turki di Suriah Utara, kemungkinan melawan pasukan Kurdi, atau operasi militer besar dari AS melawan milisi-milisi Syiah di Suriah,” imbuhnya.

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau
Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran
Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak
Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur
Sepertiga Rudal Iran Dihancurkan AS
Kisah 7 Anjing di China Viral, Kabur dari Penculikan dan Tempuh 17 Km Demi Pulang Bersama
Tanker Rusia Tanpa Awak Hanyut di Mediterania, Eropa Siaga Bencana Ekologi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:16 WITA

Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Minggu, 26 April 2026 - 23:46 WITA

Perang Lawan Geng Berlanjut, El Salvador Seret Ratusan Pimpinan MS-13 ke Meja Hijau

Minggu, 5 April 2026 - 11:42 WITA

Kapal Indonesia Lewati Selat Hormuz, Ini Persetujuan Otoritas Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 17:18 WITA

Perang Timur Tengah, Ini Korban Terbanyak

Senin, 30 Maret 2026 - 15:48 WITA

Serangan Israel Hantam Pos UNIFIL, Satu Prajurit TNI Gugur

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights