BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN – Penyakit Strok jangan disepelekan. Di Indonesia penyebab kematian oleh stroke ini ada 18,5% kematian dan 11,2% kecacatan dan menjadi penyebab kematian tertinggi.
Sedangkan di Banjarmasin, kasus stroke yang disebabkan gaya hidup tidak sehat ini tercatat ada 743 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dr Ramadhan menyampaikan, 743 kasus stroke di Banjarmasin itu diambil tahun 2025 ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Katanya, Stroke dapat dicegah yakni dengan meningkatkan kesadaran melalui gaya hidup sehat yang teratur.
Sekitar 90% kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, merokok, diet tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik.
“Yah ini momentum Hari Stroke Sedunia, tentu kita harus meningkatkan kesadaran tentang bahaya stroke dan upaya pencegahannya. Stroke adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Stroke adalah ancaman serius bagi kesehatan kita,” ujarnya.
Ramadan melanjutkan, masyarakat juga perlu mengetahui pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini dan bertindak cepat. Pengobatan yang tepat waktu dapat secara signifikan meningkatkan pemulihan dan mengurangi kecacatan.
Kampanye F.A.S.T bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang tanda-tanda stroke dengan singkatan F.A.S.T., yang berarti:
Face drooping (Wajah terkulai)
Arm weakness (Lengan melemah)
Speech difficulties (Kesulitan berbicara)
Time to act (Waktu untuk bertindak)
“Dengan menerapkan CERDIK PTM, kita dapat mencegah stroke dan meningkatkan kualitas hidup. Apa itu cerdik
C: Cek kesehatan secara teratur
E: Enyahkan asap rokok
R: Rajin aktivitas fisik
D: Diet seimbang
I: Istirahat yang cukup
K: Kelola stres
Ia menjelaskna, CERDIK PTM adalah sebuah kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan gaya hidup sehat untuk mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM). Dengan menerapkan CERDIK PTM, kita dapat mengurangi risiko PTM dan meningkatkan kualitas hidup.
Penulis : Hamdani












