BPJS Naker: Kenaikan Dana Kelolaan untuk Program Jaminan Pensiun

BPJS Naker: Kenaikan Dana Kelolaan untuk Program Jaminan Pensiun

- Redaksi

Senin, 13 Januari 2025 - 18:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelayanan BPJS Tenaga Kerja Makin Baik (foto:istimewa/bomindonesia)

Pelayanan BPJS Tenaga Kerja Makin Baik (foto:istimewa/bomindonesia)

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatatkan kenaikan dana kelolaan untuk program Jaminan Pensiun (JP).

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Oni Marbun mengatakan dana kelolaan untuk program Jaminan Pensiun mencapai Rp 186,05 triliun hingga November 2024. “Nilai itu meningkat 19,93%, jika dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 155,13 triliun,” ucapnya.

Lebih rinci, Oni menerangkan dana kelolaan JP per November 2024 diinvestasikan melalui beberapa instrumen. Adapun instrumen obligasi mendominasi dengan porsi sebesar 80,19%, diikuti deposito dengan porsi 7,84%, saham dengan porsi 6,53%, dan reksadana sebesar 5,44%.

Baca Juga :  Serapan Belanja APBD Kalimantan Selatan Mengkhawatirkan

Dalam periode yang sama, Oni menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan 206.000 klaim Jaminan Pensiun, dengan total nilai mencapai Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, Oni mengatakan Jaminan Pensiun diharapkan mampu mempertahankan derajat kehidupan yang layak ke depannya pada saat peserta memasuki usia pensiun. Karena itu, Ia mengungkapkan dalam mengelola program JP, pihaknya berkomitmen untuk mengelola dana secara profesional, hati-hati, dan sesuai aturan yang berlaku.

Secara total, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan telah mencapai Rp 786,5 triliun hingga November 2024. Nilai itu meningkat 12,55%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 698,81 triliun.

Baca Juga :  Tes Kemampuan Akademik Pengganti Ujian Nasional, Ini Mata Pelajarannya

Seluruh dana kelolaan per November 2024 tersebut, ditempatkan dalam berbagai instrumen investasi dengan rincian deposito 12,33%, surat utang 74,89%, saham 7,68%, reksadana 4,77%, properti 0,26%, dan penyertaan 0,07%.

Dalam periode tersebut, Oni menerangkan BPJS Ketenagakerjaan berhasil membukukan hasil investasi sebesar Rp 46,8 triliun atau meningkat 8,99% YoY. Adapun target hasil investasi hingga akhir 2024 sebesar Rp 55,28 triliun.

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinamika Politik Kian Sentral, SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?
Viral ! Investor Dapur MBG Geruduk Kantor BGN, Tuntut Kepastian Investasi yang Mangkrak
FORMAS Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk Perjuangkan Nasib Guru Honorer
Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator, Klaim Siap Ungkap Nama-Nama Besar di Kasus MBG
FPK Kalsel Datangi Kejagung, Desak Jampidsus Awasi Penanganan Korupsi SDI dan PDAM Batola
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Ditetapkan Tersangka dan Ditahan Kejagung
Sehari Setelah Dadan Dicopot, Kejagung Geledah Kantor Badan Gizi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:02 WITA

Dinamika Politik Kian Sentral, SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:45 WITA

Pertamax Green Melonjak 31 Persen, Benarkah Bioetanol Solusi Ketahanan Energi?

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30 WITA

Viral ! Investor Dapur MBG Geruduk Kantor BGN, Tuntut Kepastian Investasi yang Mangkrak

Senin, 8 Juni 2026 - 06:35 WITA

FORMAS Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk Perjuangkan Nasib Guru Honorer

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:44 WITA

Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator, Klaim Siap Ungkap Nama-Nama Besar di Kasus MBG

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights