Dana Transfer ke Daerah Turun Banyak di 2026,Bupati Heriyus: Hambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah – bomindonesia.com

Dana Transfer ke Daerah Turun Banyak di 2026,Bupati Heriyus: Hambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Heriyus saat menyampaikan sambutannya pada Paripurna penandatanganan persetujuan nota kesepakatan KUA dan PPAS Tahun 2026 (foto: Maya)

Bupati Heriyus saat menyampaikan sambutannya pada Paripurna penandatanganan persetujuan nota kesepakatan KUA dan PPAS Tahun 2026 (foto: Maya)

BOMINDONESIA.COM, PURUK CAHU – Bupati Murung Raya Heriyus mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) mengalami pemangkasan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp1,2 triliun oleh pemerintah pusat. Pernyataan itu disampaikan saat rapat Paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026, Kamis (23/10/2025).

“Akibat pengurangan TKD ke daerah, dampaknya sangat besar. Banyak kegiatan tidak dapat terlaksana, hanya kegiatan operasional dinas saja. Program-program pembangunan yang telah direncanakan untuk tahun depan juga ikut terdampak,” ujar Heriyus dalam sambutannya.

Ia menambahkan, pemotongan anggaran ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bila tidak diimbangi dengan peningkatan belanja produktif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Heriyus berharap pemerintah pusat dapat meninjau kembali kebijakan pengurangan TKD. Menurutnya, alokasi dana transfer berperan penting dalam menjaga kelancaran program pembangunan serta pelaksanaan visi-misi daerah.

“Kalau TKD tetap dikurangi, kami akan melakukan penyesuaian lagi di awal tahun 2026,” tegasnya.

Meski berada dalam keterbatasan anggaran, Heriyus meminta seluruh perangkat daerah tetap berupaya agar program tetap berjalan sesuai hasil evaluasi mendatang. “Program-program dan visi-misi tetap bisa berjalan. Kita evaluasi lagi APBD tahun depan,” imbuhnya.

Bupati juga menegaskan bahwa belanja pegawai pemerintah, baik ASN, PPPK, maupun tenaga honorer, masih aman karena sudah dianggarkan sesuai rencana.

Sebagai informasi, TKD 2026 untuk Pemkab Murung Raya berkurang sekitar Rp1,2 triliun, dari estimasi awal Rp2,6 triliun menjadi Rp1,6 triliun, atau turun sekitar 43 persen.

Penulis: Maya
Editor: Mercurius

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Penasihat Hukum Minta Tono Priyanto Dibebaskan, Nilai Dakwaan JPU tak Terbukti Meyakinkan
Karhutla Terus Mengganas, Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan di Dua Wilayah Rawan
DPRD Murung Raya Setujui Raperda Terhadap Perubahan Ketiga Pembentukan Susunan Perangkat Daerah
Kantor PLN Palangka Raya Disegel Massa, Bangkai Ayam Ditebar sebagai Simbol Kerugian
Ketua DPC FKPWK Kapuas Dr. Junaidi Tutup Usia, Keluarga Besar FKPWK Berduka
Paripurna DPRD Mura Bahas KUA-PPAS 2027 dan Serap Aspirasi Hasil Reses
Tuti Marheni: DPRD Komitmen Dukung Pengembangan Perguruan Tinggi Kesehatan di Murung Raya
Dina Maulidah Dorong Setiap Desa di Murung Raya Miliki Produk Unggulan

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:28 WITA

Tim Penasihat Hukum Minta Tono Priyanto Dibebaskan, Nilai Dakwaan JPU tak Terbukti Meyakinkan

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:04 WITA

Karhutla Terus Mengganas, Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan di Dua Wilayah Rawan

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:45 WITA

DPRD Murung Raya Setujui Raperda Terhadap Perubahan Ketiga Pembentukan Susunan Perangkat Daerah

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:27 WITA

Kantor PLN Palangka Raya Disegel Massa, Bangkai Ayam Ditebar sebagai Simbol Kerugian

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:33 WITA

Ketua DPC FKPWK Kapuas Dr. Junaidi Tutup Usia, Keluarga Besar FKPWK Berduka

Berita Terbaru

Verified by MonsterInsights