BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Resmi digelar RAPIMNAS (Rapat Pimpinan Nasional) Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia 2024, Jumat (29/11/2024).
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, dan Lingkungan Hidup Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) Bobby Gafur Umar menyatakan, salah satu pokok bahasan utama rapimnas ini adalah masalah pengentasan kemiskinan.
“Kalau kita lihat pidato presiden dari mulai pelantikan sampai kunjungan (kenegaraan) beliau ke luar negeri, Presiden sangat menekankan bagaimana kita bisa mengentaskan kemiskinan apalagi kemiskinan ekstrem,” ujar Bobby Gafur, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Kamis (28/11/2024).
Ia menyebut, cara pengentasan kemiskinan adalah dengan mendorong sektor usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan, yaitu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). ‘Pengembangan UMKM masih perlu di dorong, pasalnya, selama ini pembangunan ekonomi di Indonesia masih berkutat menyoal industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hilirisasi, dan transisi energy,’ jelasnya.
Sektor UMKM selama ini mempunyai tiga kelemahan yakni akses pasar, permodalan, dan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) serta kualitas. Menurutnya perlu tribosan yang melibatkan dunia usaha dalam mengatasi seluruh permasalahan di sektor UMKM.
Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Indonesia sesuai dengan bidang mereka sedang menyusun program kerja Kadin 2025 yang melibatkan Kadin Provinsi, Kabupaten/Kota. ‘Potensi daerah lumbung ikan di Bitung, Sulawesi Utara, yang masih belum terbuka,’ dicontohkannya.
Perlunya likuiditas bagi permodalan UMKM dan bagaimana masyarakat bawah bisa mengakses permodalan. ‘Beberapa program pemerintah yang berbasis kerakyatan yang akan disinergikan dengan rekomendasi RAPIMNAS Kadin 2024, yaitu program pembangunan 3 juta rumah murah per tahun dan makan bergizi gratis,’ imbuhnya.
Rekomendasi RAPIMNAS Kadin 2024 dituangkan ke dalam program kerja kementerian, sesuai dengan 8 asta cita dan 17 program prioritas Pemerintahan Prabowo Subianto.












