Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubagus Surya Wikadi ST (Foto Mercy)

Tubagus Surya Wikadi ST (Foto Mercy)

BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN- – Pengusaha muda Kalimantan Selatan, Tubagus Surya Wikadi ST, menilai penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan.

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Tubagus mengatakan, berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan perlu terus ditingkatkan baik dari sisi kualitas maupun jangkauannya agar benar-benar menyentuh kebutuhan para pelaku usaha di lapangan.

“Perhatian dan dukungan terhadap pelaku UMKM di Kalimantan Selatan harus terus diperkuat. Pembinaan yang diberikan jangan hanya bersifat seremonial, tetapi harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi para pelaku usaha,” ujarnya,

usai Sidang Senat Terbuka Yudisium Sarjana dan Angkat Sumpah Profesi Universitas Cahaya Bangsa (UCB) di Swiss-Belhotel Banjarmasin

Selasa (2/6/2026).

 

Menurut pria yang juga dikenal sebagai salah satu pentolan ICMI Muda tersebut, pelaku usaha lokal harus diberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi ekonomi daerah.

Baca Juga :  Blusukan ke Landasan Ulin Tengah, Sederet Aspirasi Relawan Bakal Direalisasikan Lewat Program Unggulan Lisa Halaby - Wartono

Ia menilai Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam, potensi perdagangan, hingga kekayaan budaya yang sangat besar.

Namun, potensi tersebut harus dapat dinikmati dan dikelola oleh masyarakat lokal agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan daerah.

“Jangan sampai potensi besar yang dimiliki daerah justru lebih banyak dinikmati pihak luar. Pengusaha lokal harus diberikan ruang dan kesempatan yang nyata untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tegas dosen terbang UCB ini.

Selain itu, Tubagus juga menyoroti tantangan yang kini dihadapi banyak pelaku usaha akibat percepatan digitalisasi layanan dan administrasi bisnis.

Menurutnya, transformasi digital memang menjadi kebutuhan, namun implementasinya harus dibarengi dengan pendampingan yang memadai.

Ia mengungkapkan masih banyak pelaku UMKM yang mengalami kesulitan memahami berbagai sistem digital yang diterapkan, terutama pelaku usaha kecil yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia maupun akses teknologi.

Baca Juga :  Terungkap, Kasus Pembunuhan Anak terhadap Ayah Kandung di Tapin Kalsel, Ternyata hanya Gara gara Sepele Ini

“Digitalisasi tentu merupakan langkah maju. Namun di sisi lain, banyak pelaku usaha yang masih kesulitan mengikuti perubahan sistem yang begitu cepat. Belum selesai memahami satu mekanisme, sudah muncul aturan atau aplikasi baru lagi,” katanya.

Kondisi tersebut, lanjut Tubagus, membuat sebagian pelaku usaha merasa terbebani karena harus memenuhi berbagai persyaratan administrasi yang terus berkembang dan berbasis teknologi.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat memperbanyak program pendampingan, pelatihan, serta edukasi digital bagi UMKM agar proses transformasi berjalan lebih mudah dan tidak menjadi hambatan bagi perkembangan usaha.

“Pembinaan harus diperluas hingga ke daerah-daerah. Jangan sampai digitalisasi yang seharusnya mempermudah justru menjadi kendala bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Mercurius

bomindonesia
Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen
Sengketa Lahan Cempaka Belum Tuntas, Warga Tagih Realisasi Putusan MA saat Wamen ATR/BPN Kunjungi Banjarbaru
Forum Hukum KAI Kalsel Dorong Transparansi Dana Hibah dan Reformasi Anggaran
Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel
Diduga Stres, Paman Tebas Keponakan dengan Parang, Bocah 5 Tahun Tewas dan Dua Warga Terluka
Sertifikat Lahan Jalan Aneka Tambang Belum Dieksekusi, Warga Datangi Ombudsman Kalsel
FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:52 WITA

Lemahnya Pengawasan Pelayanan Publik, YLK Intan Kalimantan Dorong Peran Lembaga Konsumen

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:05 WITA

Sengketa Lahan Cempaka Belum Tuntas, Warga Tagih Realisasi Putusan MA saat Wamen ATR/BPN Kunjungi Banjarbaru

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:13 WITA

Tugabus Soroti Tantangan Digitalisasi, Minta Pembinaan UMKM di Kalsel Diperkuat

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:20 WITA

Forum Hukum KAI Kalsel Dorong Transparansi Dana Hibah dan Reformasi Anggaran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:22 WITA

Siring Menara Pandang jadi Pusat Konsultasi Hukum Gratis KAI Kalsel

Berita Terbaru

Banjarmasin Bungas

Kerjasama PT PAM dan ULM Pastikan Real Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Rabu, 3 Jun 2026 - 19:32 WITA

Verified by MonsterInsights