BOMINDONESIA.COM, BANJARMASIN–Gabungan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan bersama elemen masyarakat kembali menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Rabu (22/4/2026).
Aksi yang berlangsung di “Rumah Banjar” itu diwarnai berbagai tuntutan, mulai dari persoalan nasional hingga isu daerah yang dinilai belum terselesaikan.
Dalam orasinya, massa mendesak aparat penegak hukum untuk mengungkap aktor intelektual di balik kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah pusat mengevaluasi transparansi penyaluran anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak hanya itu, mahasiswa turut menyuarakan penolakan terhadap penggusuran lahan masyarakat di Sidomulyo yang melibatkan aparat.
Mereka meminta adanya perlindungan terhadap hak-hak masyarakat serta penyelesaian yang adil.
Isu lain yang disorot adalah maraknya praktik tambang ilegal, mafia tanah, hingga pencemaran lingkungan di Kalimantan Selatan.
Massa juga meminta penindakan tegas dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terhadap berbagai pelanggaran tersebut.
Selain itu, penetapan kawasan Taman Nasional Meratus juga menjadi perhatian.
Mahasiswa menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat lokal.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, menyampaikan bahwa sebagian tuntutan telah diteruskan ke pemerintah pusat.
Ia juga memastikan pihaknya akan menindaklanjuti sejumlah aspirasi melalui forum resmi.
“Kami akan mengagendakan rapat dengar pendapat terkait penolakan penggusuran lahan masyarakat Sidomulyo bersama pihak terkait pada 5 Mei mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD akan terus memantau proses hukum kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS serta memastikan aspirasi masyarakat mendapat perhatian.
“Kami sebagai wakil rakyat akan terus mengayomi masyarakat Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Aksi tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Komandan Korem 101/Antasari dan Kapolda Kalimantan Selatan yang turut memantau jalannya kegiatan.
Selama berlangsungnya aksi, situasi tetap aman dan kondusif dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan TNI dan Polri.
*/ Editor : Mercurius














