Harga Emas Antam Turun Rp12.000, Buyback Ikut Anjlok

Harga Emas Antam Turun Rp12.000, Buyback Ikut Anjlok

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025 - 12:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fine Gold ANTM

Fine Gold ANTM

BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali terkoreksi setelah sehari sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi. Penurunan harga terjadi cukup signifikan, yakni Rp12.000 per gram.

Mengutip data resmi dari situs Logam Mulia Antam, Rabu (10/9/2025), harga emas 24 karat hari ini dipatok Rp2.074.000 per gram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga penutupan sebelumnya yang sempat menembus level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).

Untuk satuan terkecil, emas ukuran 0,5 gram dijual Rp1.093.000. Sementara emas 10 gram dibanderol Rp20.355.000. Adapun unit terbesar, yaitu 1.000 gram (1 kilogram), dilepas dengan harga Rp2.026.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak di kisaran Rp1.978.000 hingga Rp2.086.000 per gram. Sementara dalam periode sebulan terakhir, fluktuasi harga berada di level Rp1.890.000–Rp2.086.000 per gram.

Sayangnya, seluruh produk emas batangan mulai dari ukuran 1 gram hingga 1.000 gram saat ini belum tersedia di gerai resmi, salah satunya di Butik Graha Dipta Pulo Gadung.

Tidak hanya harga jual, nilai buyback emas Antam juga ikut turun Rp12.000 per gram menjadi Rp1.921.000. Buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas ingin menjual kembali logam mulia tersebut ke Antam.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak tersebut dipotong langsung dari nilai transaksi pada saat penjualan dilakukan.

Baca Juga :  Hardiknas Diwarnai Dengan Penyerahan Kran Siap Minum PAM Bandarmasih di SDN Basirih 8

Pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor yang memengaruhi volatilitas harga emas domestik. Analis menyebut, tren pelemahan harga ini masih bersifat jangka pendek, seiring antisipasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Dengan kondisi tersebut, para investor emas diminta untuk tetap mencermati pergerakan harga, baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun kebutuhan likuiditas jangka pendek.

Sumber Detikcom

bomindonesia

Follow WhatsApp Channel bomindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan
BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan
Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota
Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26
BSN Posisi Pertama Perbankan Syariah untuk Penyaluran KPR FLPP di Kalsel
Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil
Amerika Serikat Tekan Irak, Blokir Pengiriman Dolar
Asing Jor-joran Keluar dari Pasar Saham Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:49 WITA

FKPWK Sambut Positif Rencana Jalur Kereta Api Trans Kalimantan

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:35 WITA

BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Ditawarkan Secara Online, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:16 WITA

Distribusi Solar Subsidi di Kuala Tambangan Disebut Tetap Sesuai Kuota

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:15 WITA

Kinerja Tetap Solid di Tengah Tantangan, Laba Bersih Adira Finance Tumbuh 26% di 1Q26

Jumat, 24 April 2026 - 18:29 WITA

BSN Posisi Pertama Perbankan Syariah untuk Penyaluran KPR FLPP di Kalsel

Berita Terbaru

Film Terbaru Disclosure Day

Lifestyle

Yuk Tonton di Bioskop Kesayangan, Ini Film Terbaru

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:30 WITA

Verified by MonsterInsights