BOMINDONESIA.COM, JAKARTA – KH Cholil Nafis Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah memberi tanggapan soal proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi.
Menurutnya, proyek yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu dikategorikan sebagai inovasi pelayanan haji. “Kampung Haji Indonesia dapat dikategorikan sebagai inovasi pelayanan haji untuk lebih baik,” ujar Kiai Cholil, Jumat (19/12/2025).
Kiai Cholil mengatakan, Kampung Haji sah secara syariah sah dan baik manakala memenuhi prinsip maqāṣid al-syarī‘ah (tujuan syariah) dan tata kelola yang baik. Sebab, dengan kampung lebih mudah melayani lansia dan investasi dana haji berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kiai Cholil juga memberikan pesan khusus soal Kampung Haji ini, yakni, harus dikelola dengan sangat hati-hati. “Namun apabila dikelola tanpa kehati-hatian akan menimbulkan eksklusitas jamaah haji Indonesia dari jamaah haji seluruh dunia,” ujar Kiai Cholil.
Selain itu, juga harus diperhatikan tata kelola yang baik. Jika tidak, bisa berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran sehingga bertentangan dengan tujuan ibadah haji tentu tidak baik.
Karena itu, lanjut kiai Cholil, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam soal proyek kampung haji ini. Yakni, dengan melibatkan ulama, akademisi, dan publik. “Serta memastikan transparansi untuk merealisasikan Kampung Haji Indonesia,” ujar Kiai Cholil.
Soal hal ini, Kiai Cholil mengatakan MUI selalu siap bermitra dengan pemerintah. Karena, hal itu sudah menjadi tugas MUI melayani umat dan juga mitra pemerintah.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menggagas pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi. Terobosan ini diharapkan menjadi sejarah baru atas kepedulian negara terhadap kebutuhan para jemaah haji tanah air.












